Kamis, 14 Mei 2026

WSKT dan WIKA Jadi Sorotan, Pengamat Pasar Modal Ungkap Hal Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Jan 2024 | 07:48 WIB
BAGIKAN
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Penyelamatan BUMN karya oleh Kementerian BUMN dinilai akan membuahkan hasil lantaran strategi yang komperehensif dalam upaya tersebut, baik dari sisi internal tata kelola perusahaan hingga jenis proyek yang disasar.

Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, dua BUMN karya yang menjadi sorotan yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memang mencatatkan kerugian, namun menurutnya hal itu bukanlah kerugian negara.

"Bukan merugikan negara. Kalau penugasan mau gak mau dikerjakan apa yang sudah jadi rencana pemerintah, pembangunan dilakukan BUMN karya," katanya dikutip Selasa (16/1/2024).

ADVERTISEMENT

Reza pun mendorong BUMN karya untuk meningkatkan aspek GCG baik di internal maupun eksternal, misalnya hubungan dengan vendor maupun mitra kerja.

Langkah tersebut, menurutnya akan membuahkan hasil dan penyehatan kinerja BUMN karya sebagaimana pernah dilakukan pemerintah dalam menangani PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

"Kementerian BUMN juga sudah punya rencana, mereka berupaya merampingkan jumlah BUMN supaya lebih kuat. Itu kan memperkuat kinerja juga,” ujarnya.

Kementerian BUMN selama ini terus melakukan pembenahan tata kelola perusahaan dan penegakan hukum di seluruh perusahaan BUMN, termasuk BUMN karya. Aksi korporasi dari BUMN karya juga didorong agar pertumbuhan perusahaan dapat terlaksana dengan lebih cepat.

Kementerian BUMN memastikan going concern perusahaan, yang menandakan pemegang saham yakin bahwa BUMN Karya memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban finansialnya, termasuk pembayaran utang, dan dapat terus menjalankan operasinya.

Waskita dan WIKA pun tengah menjalani proses restrukturisasi dengan terus melakukan diskusi intensif terkait proses review secara komprehensif terhadap master restructuring agreement (MRA) dengan seluruh kreditur perbankan termasuk upaya restrukturisasi terhadap pemegang obligasi melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi/Sukuk (RUPO/RUPSU).

 “Proses restrukturisasi juga butuh waktu dan upaya kerja keras semua pihak. Kan perlu waktu untuk penyehatan, gak bisa cepat,” tambah Reza.

Restrukturisasi

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 39 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 50 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia