IPO Perusahaan Sektor Energi Ini Banjir Peminat
Nama awal perseroan saat dibuatnya akta pendirian adalah PT Mudking Asia Pasifik Raya, kemudian perseroan mengubah namanya menjadi PT Multikarya Asia Pasifik Raya hingga saat ini berdasarkan akta perubahan nomor 48 tanggal 30 November 2012.
Pada tahun 1998, produk Mud King pertama kali berdiri dan didistribusikan di Amerika Serikat. Mud King berencana untuk berfokus pada wilayah Asia Pacific (ASPAC) dengan menjual spare parts atau suku cadang pengganti ladang minyak melalui penunjukkan hak keagenan kepada PT Mud King Asia Pasifik Raya yang didirikan pada tahun 2002. Pada tahun 2004, perseroan mulai melakukan pekerjaan jasa sewa surface pump (mudpump, injection & transfer pump) dan alat berat, untuk menunjang kebutuhan pengeboran dan fasilitas produksi migas di Indonesia.
Perseroan pada tahun 2005 mulai memperluas bisnisnya ke bidang penyewaan pompa melalui kepemilikan PT Petrodrill Manufaktur Indonesia. Petrodrill berdiri pada tahun 2006 dan memproduksi rangkaian lengkap pompa piston dan pendorong di fasilitas canggihnya, serta berspesialisasi dalam pembuatan dan perbaikan berbagai rig pengeboran dengan lisensi API 4F, 7K & 8C. Akan tetapi, perseroan melepas kepemilikan pada Petrodrill di tahun 2023.
Tahun 2008, PT Mudking Asia Pasifik Raya (MAPR) melalui produk Water Pump Mudking berhasil mempelopori pekerjaan jasa sewa water transfer & brine pump untuk proyek Geotermal di Indonesia.
Kemudian di tahun 2012, perseroan dengan nama PT Mudking Asia Pasifik Raya berubah nama menjadi PT Multikarya Asia Pasifik Raya dengan tujuan untuk menunjang kerja sama bisnis dengan produk lain di luar produk Mudking, kemudian pada tahun yang sama menjadi distributor tunggal untuk product drilling & solid controls equipments, Double Life Corp USA di Indonesia. Perseroan juga melakukan ekspansi ke bidang reengineering & refurbishment mudpump pada tahun 2014.
Sejak tahun 2018 hingga saat ini, perseroan berhasil memperoleh kontrak penyediaan produk atau jasa untuk proyek migas berbagai perusahaan terkemuka, seperti PT Pertamina EP (2018), Chevron (2018), Freeport McMoran, Grasberg (2019), dan PT Bukit Asam Tbk (2019). Sejalan dengan ekspansi bisnis dan kebutuhan hulu migas di Indonesia, perseroan mampu memperoleh hak keagenan baru Pumpworks 610 (2020), dan brand WEG (2023).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






