Kamis, 14 Mei 2026

Emiten Sawit BW Plantation (BWPT) Cetak Kenaikan Laba 912% 

Penulis : Muawwan Daelami
3 Mar 2024 | 18:12 WIB
BAGIKAN
PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). Foto: Perseroan.
PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). Foto: Perseroan.

Di samping itu, kinerja minor pendapatan BWPT juga diakibatkan oleh lesunya penjualan atau pendapatan dari pihak ketiga. Terutama pependapatan dari PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) yang menyusut sebesar 3,3% menjadi Rp 1,77 triliu, ketimbang tahun sebelumnya sebesar Rp 1,83 triliun.

Sebaliknya, penjualan kepada PT Sari Dumai Sejati justru mengalami kenaikan sebesar 10,52% menjadi Rp 1,66 triliun dibandingkan pendapatan pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,50 triliun. Sisanya, pendapatan perseroan dari pihak ketiga lainnya sebagian besar mengalami penurunan.

Di sisi lain, perseroan berhasil menekan beban pokok penjualan perseroan sebesar 11,15% sepanjang 2023 menjadi Rp 3,14 triliun. Mengingat, beban pokok penjualan BWPT pada tahun sebelumnya mencapai Rp 3,54 triliun.

ADVERTISEMENT

Penurunan tersebut tidak lepas dari melemahnya pembelian produk-produk perseroan mulai dari TBS, minyak sawit, sampai pembelian inti kernel. Maka wajar, bila kemudian biaya pemeliharaan tanaman menghasilkan menurun dari sebelumnya Rp 442 miliar menjadi Rp 435 miliar.

Kemudian, biaya amortisasi dan penyusutan turun dari sebelumnya Rp 429 miliar menjadi menjadi Rp 410 miliar. Begitu juga, dengan beban biaya overhead kebun dan pabrik yang menurun menjadi Rp 403 miliar daripada sebelumnya sebesar Rp 519 miliar.

Diikuti lagi, penurunan biaya panen dan transportasi menjadi Rp 350 miliar dari sebelumnya Rp 353 miliar. Sedangkan biaya pabrik dan penampungan membengkak menjadi Rp 182 miliar daripada sebelumnya Rp 177 miliar.

Beban umum dan administrasi juga membengkak menjadi Rp 220 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 212 miliar. Pembengkakan ini masing-masing berasal dari meningkatnya biaya hukum dan profesi menjadi Rp 50,35 miliar dari sebelumnya Rp 30,44 miliar, lalu beban biaya sewa naik menjadi Rp 8,35 miliar dari sebelumnya Rp 4,36 miliar, dan biaya komunikasi yang naik dua kali lipat menjadi Rp 6,81 miliar secara yoy, termasuk biaya pengembangan karyawan yang meningkat menjadi Rp 2,20 miliar.

Dengan demikian, laba kotor BWPT pada 2023 menguat sebesar 2,49% dari sebelumnya 1,05 triliun menjadi Rp 1,03 triliun. Dan, secara umum beban penjualan perseroan menurun sebanyak 15,94% menjadi Rp 132 miliar dari sebelumnya Rp 157 miliar, seiring dengan kurang moncernya penjualan produk perseroan.

Adapun dilihat dari sisi aset, perseroan mencatatkan jumlah aset menurun menjadi Rp 10,18 triliun dari sebelumnya Rp 12,22 triliun yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp 1,30 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 8,88 triliun. Jumlah liabilitas juga berkurang menjadi Rp 7,99 triliun daripada sebelumnya Rp 10,17 triliun yang diimbangi dengan pertumbuhan ekuitas menjadi Rp 2,19 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,04 triliun.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 45 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 56 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia