Perusahaan Sektor Energi (ATLA) IPO di Rp 100
JAKARTA, investor.id - PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) mantap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 1,2 miliar (19,36%) saham. Perseroan mematok harga IPO di Rp 100/saham, sehingga nilai penawaran umum ini sebanyak Rp 120 miliar.
Harga tersebut ada di batas bawah penawaran awal di rentang Rp 100-120 pada 19-20 Maret 2024 lalu.
Masa penawaran umum berlangsung pada 2-4 April 2024 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 April 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Artha Sekurita Indonesia.
Atlantis Subsea Indonesia juga menerbitkan sebanyak 1,74 miliar waran seri secara cuma-cuma. Setiap pemegang 20 saham baru berhak memperoleh 29 waran seri I. Di mana setiap warannya memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 300. Total dana dari waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp 522 miliar.
Pemegang saham Atlantis Subsea (ATLA) sebelum IPO terdiri dari Rudi Reksa Sutantra 63% saham, Yophi Kurniawan Iswanto 21%, Denny Ray Hendra 6%, Hendry Widjaja 6%, dan Tomas Gunawan 4%. Individu yang menjadi pengendali dan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari perseroan adalah Rudi Reksa Sutantra. Ia juga merupakan komisaris utama perseroan.
Profil ATLA dan Rencana Penggunaan Dana IPO
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






