Kamis, 14 Mei 2026

Perusahaan Sektor Energi (ATLA) IPO di Rp 100

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Apr 2024 | 08:42 WIB
BAGIKAN
Atlantis Subsea Indonesia (ATLA). Perseroan
Atlantis Subsea Indonesia (ATLA). Perseroan

JAKARTA, investor.id - PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) mantap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 1,2 miliar (19,36%) saham. Perseroan mematok harga IPO di Rp 100/saham, sehingga nilai penawaran umum ini sebanyak Rp 120 miliar.

Harga tersebut ada di batas bawah penawaran awal di rentang Rp 100-120 pada 19-20 Maret 2024 lalu.

Masa penawaran umum berlangsung pada 2-4 April 2024 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 April 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Artha Sekurita Indonesia.

ADVERTISEMENT

Atlantis Subsea Indonesia juga menerbitkan sebanyak 1,74 miliar waran seri secara cuma-cuma. Setiap pemegang 20 saham baru berhak memperoleh 29 waran seri I. Di mana setiap warannya memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 300. Total dana dari waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp 522 miliar.

Pemegang saham Atlantis Subsea (ATLA) sebelum IPO terdiri dari Rudi Reksa Sutantra 63% saham, Yophi Kurniawan Iswanto 21%, Denny Ray Hendra 6%, Hendry Widjaja 6%, dan Tomas Gunawan 4%. Individu yang menjadi pengendali dan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari perseroan adalah Rudi Reksa Sutantra. Ia juga merupakan komisaris utama perseroan.

Profil ATLA dan Rencana Penggunaan Dana IPO

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 2 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 31 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia