Jumat, 15 Mei 2026

Intervensi BI untuk Jaga Rupiah Harus Diimbangi Stabilitas Politik

Penulis : Grace El Dora
17 Apr 2024 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Refleksi warga antre mendaftar melalui aplikasi untuk pelayanan penukaran uang baru di halaman Gedung Memoribilia Bank Indonesia Muaro, Padang, Sumatera Barat, Selasa (19/3/2024). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/rwa)
Refleksi warga antre mendaftar melalui aplikasi untuk pelayanan penukaran uang baru di halaman Gedung Memoribilia Bank Indonesia Muaro, Padang, Sumatera Barat, Selasa (19/3/2024). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/rwa)

JAKARTA, investor.id – Intervensi Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan kurs rupiah harus diimbangi dengan kondisi politik yang stabil di dalam negeri. Hal ini disampaikan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan, Selasa (16/4/2024).

"Kita memahami bahwa BI itu tidak punya cadangan yang besar untuk intervensi, sehingga yang perlu diperhatikan tentu kita harus melihat bagaimana nanti intervensi BI yang dilakukan itu harus diikuti dengan gejolak politik yang baik di dalam negeri," jelas Abdul, Selasa.

Ia mengingatkan agar tren pelemahan nilai tukar rupiah tidak diperparah gejolak politik yang merugikan. Jika terjadi, hal ini dapat membuat nilai tukar rupiah berpotensi merosot ke level yang lebih rendah.

ADVERTISEMENT

Pada 5 April 2024, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa pagi turun 240 poin atau 1,51% ke level Rp 16.088 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 5 April 2024 di posisi Rp 15.848 per dolar AS

Kemudian pada Selasa sore, mata uang rupiah ditutup merosot 328 poin atau 2,07% ke level Rp 16.176 per dolar AS dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 5 April 2024 sebesar Rp 15.848 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah di hari kerja pertama pasca liburan Lebaran ini terjadi seiring dengan konflik Iran dan Israel serta sentimen penundaan pemotongan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed).

Merespon kondisi tersebut, ia juga mengingatkan rupiah pada saat ini semakin menjauhi asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pada asumsi dasar ekonomi makro pada APBN 2024, pemerintah mematok nilai tukar rupiah sebesar Rp 15.000 per dolar AS. Kondisi tersebut akan merugikan bisnis mengingat para pelaku ekonomi menjadikan asumsi APBN sebagai rujukan untuk merencanakan bisnisnya.

"Kalau itu semakin melemah, maka akan merugikan bisnis, khususnya bisnis yang terkait dengan lalu lintas negara, terutama impor bahan baku atau bahan modal yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat lewat peningkatan harga dalam negeri," terang Abdul.

Sebelumnya, BI melakukan sejumlah langkah penting untuk menjaga kestabilan rupiah usai libur Lebaran dan di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah dan dinamika perkembangan perekonomian AS.

Salah satu langkah yang dilakukan yaitu menjaga keseimbangan supply-demand valuta asing (valas) di pasar lewat triple intervention, khususnya di pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

BI juga meningkatkan daya tarik aset rupiah untuk mendorong aliran modal masuk asing (capital inflow), misalnya dengan daya tarik Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan hedging cost.

Selain itu, BI akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti pemerintah, Pertamina, dan lainnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 14 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia