Rupiah Melorot, Imbas Kekhawatiran Suku Bunga AS yang Masih Tinggi
JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah melorot turun terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (27/5/2024). Ini merupakan imbas kekhawatiran suku bunga Fed Funds Rate (FFR) yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, seperti disampaikan analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri.
Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini melemah 77 poin atau 0,48% dan bertengger di level Rp 16.072 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.995 per dolar AS.
"Pelaku pasar masih mengkhawatirkan (The Federal Reserve) The Fed yang masih akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama, menyusul risalah Federal Open Market Committee (FOMC) yang tetap bernada hawkish dan PMI Global S&P flash AS yang menunjukkan aktivitas bisnis yang kuat," jelas Reny dalam catatan Senin.
Menurutnya, pergerakan valuta asiang (valas) masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari AS. Saat ini investor mencermati data-data ekonomi AS yang baru dirilis, yang menunjukkan meningkatnya data durable goods order.
Pesanan baru AS untuk barang-barang tahan lama yang diproduksi naik sebesar 0,7% dari bulan ke bulan (MoM) pada April 2024, lebih rendah dari sebesar 0,8% pada Maret 2024.
Baca Juga:
Dari Singkong Jadi Omzet Jutaan RupiahRisalah FOMC terbaru juga menunjukkan keprihatinan regulator karena inflasi yang sulit turun. Beberapa anggota bank sentral juga mengindikasikan kesediaan untuk memperketat kebijakan lebih lanjut, jika inflasi melonjak.
Konsensus pasar saat ini hanya melihat potensi penurunan suku bunga acuan hanya satu kali pada 2024 dan kemungkinan baru akan terjadi menjelang akhir tahun.
Pekan ini, investor akan memantau rilis Indeks Harga Indeks Harga Belanja Personal (PCE) AS dan pidato oleh beberapa pejabat The Fed.
"Sementara itu, dari domestik minim rilis data sehingga sentimen pasar cenderung akan melihat perkembangan eksternal," imbuh Reny.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp 16.064, dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.995 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






