Jumat, 15 Mei 2026

Kas Bukalapak (BUKA) Berlimpah dan Valuasi Murah, Target Harga Sahamnya Baru

Penulis : Jauhari Mahardhika
18 Jun 2024 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bukalapak (BUKA). (Foto: Bukalapak)
Ilustrasi Bukalapak (BUKA). (Foto: Bukalapak)

JAKARTA, investor.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menargetkan EBITDA sebesar Rp 200 miliar pada 2024, di atas perkiraan RHB Sekuritas yang mencapai Rp 113 miliar. Dalam dua tahun terakhir, Bukalapak berhasil melampaui target tahunan, sehingga tahun ini menjadi momen penting untuk pembuktian kemampuan perusahaan.

“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa (pertumbuhan PDB pada kuartal I-2024 terbilang kuat) dapat mendukung pertumbuhan total processing value (TPV) Bukalapak, karena lebih dari 60% transaksinya berasal dari luar Jawa dan Sumatra Utara,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Meski tahun ini ada tantangan suku bunga tinggi dan kenaikan harga beras, wilayah di luar Jawa terutama Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan PDB yang signifikan sebesar 6,2%, 6,4%, dan 12,2% (yoy). Hal itu seiring peningkatan aktivitas pertambangan dan pemurnian logam, serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

ADVERTISEMENT

“Posisi Bukalapak (BUKA) yang kuat di luar area tier 1 – di luar Jawa dan Sumatra Utara – dapat mendorong TPV-nya tumbuh 2% (yoy) menjadi Rp 167 triliun,” sebut RHB.

Adapun kenaikan take rate O2O (online to offline) menjadi 3% pada 2024 dapat mendorong pendapatan emiten berkode saham BUKA tersebut tumbuh 13% (yoy). BUKA menargetkan take rate 3% dari segmen O2O tahun ini. Pada kuartal I-2024, take rate perseroan mencapai 3,2%. Take rate dari marketplace stabil 2,6%.

“Posisi BUKA yang kuat di daerah luar tier 1, Kalimantan dan Sulawesi, menunjukkan pertumbuhan penjualan yang substansial sebesar 9,9% (yoy) dan 11,5% (yoy). Karena O2O menghubungkan penjual online dengan konsumen, BUKA akan diuntungkan dari pertumbuhan ekonomi,” jelas RHB.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia