Jumat, 15 Mei 2026

Info Ini Berkaitan dengan Chandra Asri (TPIA) & Emiten Portofolio Lo Kheng Hong (PGAS)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
10 Jul 2024 | 08:05 WIB
BAGIKAN
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). (foto : Dok. PGN)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). (foto : Dok. PGN)

JAKARTA, investor.id - Stockbit Sekuritas dalam ulasannya mengungkap bahwa Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Senin (8/7/2024) mengatakan pemerintah akan melanjutkan insentif harga gas bumi tertentu (HGBT) sebesar US$ 6 per mmbtu bagi 7 sektor industri, yakni pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.

“Meski demikian, masih belum diketahui hingga kapan insentif ini akan dilanjutkan, mengingat belum ada rincian peraturan apapun yang diberikan oleh pemerintah,” jelas ulasan Stockbit Sekuritas dikutip Rabu (10/7/2024).

Insentif HGBT untuk industri sendiri dimulai sejak 2020 melalui sebuah keputusan Menteri ESDM. Kebijakan ini terakhir direvisi pada 2023 dan dijadwalkan akan berakhir pada Desember 2024.

ADVERTISEMENT

Airlangga tidak menyebutkan alasan mengenai perpanjangan insentif ini, tetapi Kementerian Perindustrian sempat mencatat bahwa HGBT pada 2021–2023 membuat negara menerima nilai tambah hingga Rp 157,2 triliun atau lebih besar 3x lipat dari 'subsidi' yang dikeluarkan negara dalam program tersebut.

Pandangan berbeda disampaikan oleh Kementerian ESDM yang menilai kebijakan HGBT justru menghilangkan potensi pendapatan negara dan BUMN.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, juga sempat mengatakan bahwa pemerintah berencana memperluas insentif HGBT bagi 24 subsektor industri manufaktur. Meski demikian, masih belum terdapat persetujuan mengenai wacana tersebut.

Kendati HGBT untuk industri ditetapkan sebesar US$ 6 per mmbtu, Kementerian Perindustrian mencatat bahwa 95% perusahaan penerima insentif perlu membayar gas dengan harga di atas ketentuan. Hal ini disebabkan oleh batasan volume gas bumi maksimum yang dapat dibeli dengan harga insentif.

Emiten

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia