Jumat, 15 Mei 2026

Ada Euforia The Fed, Fokus ke Saham Ini Saja

Penulis : Jauhari Mahardhika
14 Jul 2024 | 19:00 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memotret layar elektronik yang menampilkan pererakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Dok. B-Universe Photo)
Pengunjung memotret layar elektronik yang menampilkan pererakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Dok. B-Universe Photo)

Dengan berbagai faktor yang ada, Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG menguat pada Senin (15/7). Level tertinggi (resistance) IHSG diperkirakan di 7.400, pivot di 7.350, dan level terendah (support) di 7.300.

“Saham-saham yang dapat diperhatikan meliputi saham bank, ICBP, MAPI, MYOR, INTP, dan ADMR,” sebut perusahaan efek tersebut.

Sementara itu, DBS meyakini bahwa era bunga tinggi dalam jangka waktu lama (higher for longer) akan berganti menjadi rezim bunga rendah. Bank investasi ini memprediksi The Fed menurunkan suku bunga acuan (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) setiap kuartal mulai kuartal IV-2024.

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, akhir tahun ini, FFR akan bertengger di level 5,25% dan turun lagi menjadi 4,25% pada akhir 2025. Ini akan membuat rupiah menguat hingga kembali di bawah Rp 16 ribu per dolar AS. Itu akan berdampak positif bagi pasar saham, dalam hal ini IHSG.

Sebab itu, DBS menaikkan rekomendasi pasar saham Indonesia dari netral menjadi positif, yang ditopang oleh proyeksi penguatan rupiah pada paruh kedua 2024. DBS mematok target IHSG akhir 2024 di level 7.750, turun dari sebelumnya 7.990. Ini lantaran revisi proyeksi penurunan suku bunga acuan dan pertumbuhan laba bersih serta fenomena de-rating di semua pasar saham negara berkembang.

Ada enam saham yang dijagokan broker asing top ini yang diyakini bakal memberikan return menarik. Enam saham tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Rekomendasi untuk saham BMRI, JPFA, ASII, TLKM, BBCA, dan HEAL tersebut adalah buy. Target harga masing-masing sebesar Rp 8.300, Rp 1.400, Rp 6.000, Rp 4.650, Rp 10.875, dan Rp 1.585.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia