Kamis, 14 Mei 2026

Harga Emas Dilanda Profit Taking Usai Kembali Catat Rekor Tertinggi

Penulis : Indah Handayani
18 Jul 2024 | 04:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas, Sumber: Antara
ilustrasi harga emas, Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Harga emas turun akibat dilanda aksi profit taking, setelah kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa pada Rabu (17/7/2024). Hal itu didorong oleh optimisme yang meningkat terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada September dan dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah. 

Dikutip dari Reuters, harga emas spot turun sekitar 0,6% menjadi US$ 2.454,98 per ons pada pukul 17.48 GMT karena aksi profit taking setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.482,29. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,3% menjadi US$ 2.459,90 per ons. 

"Harapan bahwa kita semakin mendekati pemangkasan suku bunga the Fed dan penurunan imbal hasil obligasi yang terus berlangsung secara perlahan, bersamaan dengan dolar yang melemah adalah faktor utama yang mendukung pergerakan emas ini," kata David Meger, direktur investasi alternatif dan perdagangan di High Ridge Futures.

ADVERTISEMENT

Sebagian besar pejabat The Fed telah mengisyaratkan bahwa mereka semakin yakin bahwa laju kenaikan harga lebih terkendali, mendekati target, setelah pembacaan yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya tahun ini.

Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan, waktu untuk pemangkasan suku bunga bank sentral AS ‘semakin dekat’, namun ketidakpastian tentang jalur ekonomi membuat tidak jelas kapan penurunan biaya pinjaman jangka pendek akan terjadi.

Peluang Pemangkasan 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 43 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 54 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia