Kamis, 14 Mei 2026

Saham Adaro (ADRO) Bikin Kaget

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Sep 2024 | 09:09 WIB
BAGIKAN
Adaro (ADRO).
Adaro (ADRO).

JAKARTA, investor.id - Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) bikin kaget dengan melejit pada awal sesi I perdagangan 12 September 2024. Saham Adaro berkode ADRO dibuka di Rp 3.920 atau +11,36%.

Di sekitar pukul 09.03 WIB, saham emiten energi ini sudah melambung 13,92% ke Rp 4.010.

Saham Adaro Energy Indonesia (ADRO) malah melesat usai perseroan mengumumkan rencana menjual sebanyak-banyaknya seluruh saham yang dimilikinya pada PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) atau dahulu bernama PT Alam Tri Abadi.

ADVERTISEMENT

Adaro Andalan Indonesia (AAI) saat ini merupakan perusahaan yang 99,9999% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Adaro Energy Indonesia (ADRO).

Sedangkan, lanjut manajemen Adaro, nilai rencana transaksi akan mempertimbangkan hasil penilaian saham dari penilai independen, yaitu sebesar US$ 2,45 miliar (sekitar Rp 37,77 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.415/USD), atau setara dengan 31,8% dari total ekuitas perseroan.

Melalui AAI, Adaro Energy memiliki saham-saham pada beberapa perusahaan pertambangan batu bara termal, dan Adaro Energy berencana untuk memisahkan bisnis pilar pertambangan dan juga beberapa bisnis pendukung di bawah AAI dengan pilar bisnis Adaro Minerals dan Adaro Green.

Adaro Energy akan memohon persetujuan atas rencana transaksi itu pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) secara tatap muka dan daring (hybrid) pada tanggal 18 Oktober 2024 di Jakarta.

Alasan Penjualan

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia