Kamis, 14 Mei 2026

Spin Off BTN Syariah Mendesak, Akuisisi Jadi Cara Terbaik

Penulis : Jauhari Mahardhika
5 Des 2024 | 15:21 WIB
BAGIKAN
Kantor pusat PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN.
Kantor pusat PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN.

Selain itu, tren pertumbuhan keuangan syariah Indonesia masih sangat menjanjikan. Momentum ini dapat dimanfaatkan dengan menjadikan BTN Syariah menjadi BUS. “Dengan menjadikan BTN Syariah menjadi BUS, rencana pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia akan lebih cepat berkat adanya bank syariah baru,” ucapnya.

Meski demikian, spin off BTN Syariah diharapkan terjadi dengan mengakuisisi unit usaha syariah bank lain. Alhasil, BTN Syariah bisa menjadi bank besar atau setidaknya masuk dalam segmen bank kinerja bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3. “Agar bisa bersaing dengan bank syariah lainnya,” ujar Sutan.

Pada kuartal III-2024, BTN Syariah berhasil mencatatkan kenaikan laba sebesar 33,6% secara tahunan atau year on year (yoy). Laba bersih meningkat menjadi Rp 535 miliar pada sembilan bulan tahun 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 401 miliar.

ADVERTISEMENT

Kenaikan laba bersih BTN Syariah ditopang kinerja intermediasi. Penyaluran pembiayaan BTN Syariah sebesar Rp 42,7 triliun, naik 19,3% yoy dibandingkan Rp 35,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BTN Syariah juga berhasil mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 31,5% yoy. DPK menjadi Rp47,6 triliun per September 2024. Dari segi permodalan, aset BTN Syariah mencapai Rp 57,7 triliun per kuartal III-2024, tumbuh 19,2% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 48,4 triliun.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 22 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 52 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia