Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menguat Tipis Usai BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

Penulis : Indah Handayani
18 Des 2024 | 16:27 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta, Kamis (30/5/2024). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta, Kamis (30/5/2024). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu sore (17/12/2024). Hal itu terjadi usai Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 6%.

Mata uang rupiah ditutup menguat 3 point (0,02%) berada di level Rp 16.097 per dolar AS. Nilai tukar rupiah sempat anjlok 98 poin (0,6%) di level Rp 16.099 pada Selasa (17/12/2024). Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,03 poin (0,03%) menjadi 106,9.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat tipis 3 point sebelumnya sempat menguat 25 point dilevel Rp.16.097. “Sedangkan untuk perdagangan besok mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.080 – 16.140,” ungkap Ibrahim, Rabu (18/12/2024).

ADVERTISEMENT

Ibrahim menjelaskan, BI kembali menahan suku bunga acuan atau BI rate pada level 6% di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5 plus minus 1% pada 2024 dan 2025, serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kebijakan moneter diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak makin tingginya ketidakpastian perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat (AS) dan eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah,” papar Ibrahim.

Ke depan, Ibrahim menilai, BI akan terus memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah dan prospek inflasi, serta dinamika kondisi yang berkembang, dalam mencermati ruang penurunan suku bunga moneter lebih lanjut.

Proyeksi Ekonomi AS

Sementara itu, Ibrahim mengatakan, The Fed secara luas diharapkan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, tetapi fokusnya akan tertuju pada proyeksi ekonomi AS masa depan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell. Sinyal tentang prospek suku bunga jangka panjang The Fed tetap menjadi fokus karena inflasi tetap membandel dan diperkirakan akan terus meningkat di bawah Presiden Donald Trump yang akan datang.

“Selain The Fed, Bank of Japan dan Bank of England juga dijadwalkan untuk membuat keputusan suku bunga minggu ini. BOE diharapkan mempertahankan suku bunga tetap stabil, sementara pasar terbagi atas apakah BOJ akan menaikkan suku bunga lebih lanjut,” tambah Ibrahim.

Menurut Ibrahim, Uni Eropa pada hari Selasa mengadopsi paket sanksi ke-15 terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina, dengan menambahkan 33 kapal tambahan dari armada bayangan Rusia yang digunakan untuk mengangkut minyak mentah atau produk minyak bumi. “Inggris juga memberikan sanksi kepada 20 kapal karena membawa minyak Rusia yang ilegal,” papar Ibrahim.

Reuters melaporkan bahwa Beijing akan menaikkan defisit anggarannya menjadi 4% dari 3% dari produk domestik bruto pada tahun 2025 - rekor tertinggi, dan juga akan menargetkan pertumbuhan PDB sebesar 5% untuk tahun ketiga berturut-turut.

Rencana defisit baru memerlukan belanja fiskal yang lebih tinggi, dan sejalan dengan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif yang digariskan oleh para pejabat selama pertemuan Politbiro dan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat minggu lalu. Tambahan 1% PDB menunjukkan sekitar 1,3 triliun yuan (US$ 179,4 miliar) dalam pengeluaran tambahan, kata laporan Reuters. China juga akan mendanai lebih banyak stimulus melalui penerbitan utang.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia