Rupiah Turun Tipis Tertekan Sentimen Dalam Negeri
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup turun tipis pada perdagangan Senin sore (6/1/2025). Hal itu karena tertekan sentimen dalam negeri.
Mata uang rupiah ditutup melemah 1 poin (0,01%) berada di level Rp 16.198 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,22 poin (0,21%) menjadi 108,7. Nilai tukar rupiah sempat naik tipis 1 poin di level Rp 16.198 pada Jumat (3/1/2025).
Baca Juga:
Rupiah Dibuka Kembali MenguatDirektur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang rupiah ditutup melemah tipis 1 point sebelumnya sempat menguat 20 poin di level Rp.16.198. “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif. Namun, ditutup menguat direntang Rp 16.150 – 16.210,” ungkap Ibrahim, Senin (6/1/2025).
Ibrahim mengatakan, pasar terus mengamati sentimen dalam negeri, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2024 mencatatkan defisit Rp507,8 triliun atau setara 2,29% terhadap produk domestik bruto (PDB). “Defisit itu melebar dari capaian tahun sebelumnya atau 2023, yaitu Rp347,6 triliun atau 1,65% terhadap PDB,” tambah Ibrahim.
Secara keseluruhan, APBN 2024 memang didesain 2,29% terhadap PDB. Artinya, pemerintah sudah memperkirakan bahwa defisit APBN 2024 akan lebih besar dari 2023. Pemerintah sempat memperkirakan bahwa defisit APBN 2024 akan melebar hingga 2,7%, karena kondisi makro ekonomi semester I-2024 yang begitu berat.
Baca Juga:
Ekonom Waswas soal Tren RupiahMenurut Ibrahim, tekanan harga pangan akibat El Niño, tingginya harga minyak, hingga perlambatan ekonomi China mempengaruhi prospek ekonomi Indonesia dan APBN. “Namun demikian, seiring meredanya tekanan harga minyak, naiknya harga komoditas seperti batu bara dan CPO, hingga adanya stimulus fiskal dan moneter China membuat kondisi ekonomi membaik, sehingga defisit APBN bisa kembali sesuai desain awal,” tambahnya.
Suku Bunga The Fed
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






