Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Turun Tipis Tertekan Sentimen Dalam Negeri 

Penulis : Indah Handayani
6 Jan 2025 | 15:38 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta pada Selasa (16/8/2022). (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/pri)
Petugas menghitung uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta pada Selasa (16/8/2022). (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/pri)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup turun tipis pada perdagangan Senin sore (6/1/2025). Hal itu karena tertekan sentimen dalam negeri.

Mata uang rupiah ditutup melemah 1 poin (0,01%) berada di level Rp 16.198 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,22 poin (0,21%) menjadi 108,7. Nilai tukar rupiah sempat naik tipis 1 poin di level Rp 16.198 pada Jumat (3/1/2025).

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang rupiah ditutup melemah tipis 1 point sebelumnya sempat menguat 20 poin di level Rp.16.198. “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif. Namun, ditutup menguat direntang Rp 16.150 – 16.210,” ungkap Ibrahim, Senin (6/1/2025).

ADVERTISEMENT

Ibrahim mengatakan, pasar terus mengamati sentimen dalam negeri, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2024 mencatatkan defisit Rp507,8 triliun atau setara 2,29% terhadap produk domestik bruto (PDB). “Defisit itu melebar dari capaian tahun sebelumnya atau 2023, yaitu Rp347,6 triliun atau 1,65% terhadap PDB,” tambah Ibrahim.

Secara keseluruhan, APBN 2024 memang didesain 2,29% terhadap PDB. Artinya, pemerintah sudah memperkirakan bahwa defisit APBN 2024 akan lebih besar dari 2023. Pemerintah sempat memperkirakan bahwa defisit APBN 2024 akan melebar hingga 2,7%, karena kondisi makro ekonomi semester I-2024 yang begitu berat.

Menurut Ibrahim, tekanan harga pangan akibat El Niño, tingginya harga minyak, hingga perlambatan ekonomi China mempengaruhi prospek ekonomi Indonesia dan APBN. “Namun demikian, seiring meredanya tekanan harga minyak, naiknya harga komoditas seperti batu bara dan CPO, hingga adanya stimulus fiskal dan moneter China membuat kondisi ekonomi membaik, sehingga defisit APBN bisa kembali sesuai desain awal,” tambahnya.

Suku Bunga The Fed

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia