Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Bangkit di Tengah Kabut Ketidakpastian Kebijakan Trump

Penulis : Indah Handayani
14 Jan 2025 | 15:46 WIB
BAGIKAN
ilustrasi nilai tukar tupiah terhadap dolar AS (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa)
ilustrasi nilai tukar tupiah terhadap dolar AS (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa)

JAKARTA, investor.id Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup bangkit pada perdagangan Selasa sore (14/1/2025). Di tengah ketidakppastian kebijakan presiden AS terpilih Donald Trump.

Mata uang rupiah ditutup menguat 13 poin berada di level Rp 16.270 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,57 poin (0,52%) menjadi 109,38. Nilai tukar rupiah sempat terkoreksi 93 poin berada di level Rp 16.283 per dolar AS pada Senin (13/1/2025).

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 13 point sebelumnya sempat menguat 35 point dilevel Rp.16.270 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.283.

ADVERTISEMENT

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.1260 – 16.320,” ungkap Ibrahim, Selasa (14/1/2025).

Menurut Ibrahim, penguatan rupiah ini terjadi karena para pedagang berspekulasi tentang seberapa parah tarif perdagangan yang direncanakan Presiden terpilih AS Donald Trump. Ditambah lagi, pasar juga menunggu lebih banyak isyarat tentang suku bunga AS dari data inflasi utama yang akan dirilis minggu ini.

“Hal itu terlihat dari dolar AS yang tetap mendekati level tertinggi dua tahun untuk mengantisipasi data tersebut,” paparnya.

Selain itu, Ibrahim menambahkan, tim Trump sedang mempersiapkan rencana untuk penerapan tarif perdagangan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang, Bloomberg melaporkan pada Senin (13/1/2025), meskipun tidak jelas apakah Presiden terpilih akan menindaklanjuti rencana tersebut.

“Rencana tersebut akan melibatkan kenaikan tarif antara 2% hingga 5% setiap bulan, dan akan memberi Washington lebih banyak pengaruh dalam negosiasi perdagangan, sekaligus mencegah lonjakan inflasi yang tiba-tiba karena bea masuk,” paparnya.

Inflasi AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia