Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Kembali Menguat, Tersengat Revisi Kebijakan DHE

Penulis : Indah Handayani
23 Jan 2025 | 09:27 WIB
BAGIKAN
Aktivitas petugas bagian kasir di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Aktivitas petugas bagian kasir di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka rebound pada Kamis pagi (23/1/2025). Hal itu karena pemerintah merevisi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 10 poin (0,06%) ke level Rp 16.269,5 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu (22/1/2025), mata uang rupiah sempat ditutup naik 63 poin berada di level Rp 16.279 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dollar terpantau naik 0,16 poin menjadi 108,3. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun terlihat naik 0,009 poin di level 4,6%.

ADVERTISEMENT

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang rupiah hari ini diprediksi fluktuatif. "Namun, ditutup menguat direntang Rp. 16.220 - 16.290," ungkap Ibrahim, Rabu (23/1/2025).

Ibrahim menjelaskan, Per 1 Maret 2025, Pemerintah akan segera merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 36/2023 tentang Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA).

"Pada aturan baru nanti, pemerintah akan memberlakukan retensi terhadap DHE sebesar 100% untuk periode satu tahun," paparnya. 

Sebagai gambaran, dalam aturan sebelumnya memberlakukan retensi atau penahanan DHE sebesar 30% dengan jangka waktu minimal tiga bulan.  Kebijakan baru DHE itu akan berlaku setara bagi swasta maupun BUMN. Artinya, tidak ada perlakuan khusus.  

Insentif DHE

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia