Rupiah Kembali Menguat, Tersengat Revisi Kebijakan DHE
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka rebound pada Kamis pagi (23/1/2025). Hal itu karena pemerintah merevisi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 10 poin (0,06%) ke level Rp 16.269,5 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu (22/1/2025), mata uang rupiah sempat ditutup naik 63 poin berada di level Rp 16.279 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dollar terpantau naik 0,16 poin menjadi 108,3. Sedangkan imbal hasil obligasi AS 10 tahun terlihat naik 0,009 poin di level 4,6%.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang rupiah hari ini diprediksi fluktuatif. "Namun, ditutup menguat direntang Rp. 16.220 - 16.290," ungkap Ibrahim, Rabu (23/1/2025).
Ibrahim menjelaskan, Per 1 Maret 2025, Pemerintah akan segera merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 36/2023 tentang Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA).
"Pada aturan baru nanti, pemerintah akan memberlakukan retensi terhadap DHE sebesar 100% untuk periode satu tahun," paparnya.
Sebagai gambaran, dalam aturan sebelumnya memberlakukan retensi atau penahanan DHE sebesar 30% dengan jangka waktu minimal tiga bulan. Kebijakan baru DHE itu akan berlaku setara bagi swasta maupun BUMN. Artinya, tidak ada perlakuan khusus.
Insentif DHE
Selain itu, lanjut Ibrahim, pemerintah juga menyetujui pemberian sejumlah insentif kepada eksportir atas kewajiban baru DHE yang akan diberlakukan. Salah satunya yaitu fasilitas pembebasan tarif Pajak Penghasilan (PPh) atas pendapatan bunga pada instrumen penempatan DHE. Kalau reguler biasanya kena pajak 20% tapi untuk DHE 0%.
"Selain pembebasan tarif PPh, para eksportir dapat memanfaatkan instrumen penempatan DHE sebagai agunan back-to-back kredit rupiah dari bank maupun Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk kebutuhan rupiah di dalam negeri," tambahnya.
Terkait dengan underlying transaksi swap antar nasabah dan perbankan, Ibrahim menyebut, eksportir dapat memanfaatkan instrumen swap dengan perbankan dalam hal memiliki kebutuhan rupiah untuk kegiatan usahanya.
Kemudian, untuk foreign exchange swap antara perbankan dan BI, eksportir dapat meminta bank untuk mengalihkan valas DHE yang dimiliki eksportir menjadi swap jual BI dalam hal eksportir membutuhkan rupiah untuk kegiatan usaha di dalam negeri.
Sedangkan dari eksternal, Ibrahim menilai, pasar berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan prospek peningkatan tarif perdagangan paling cepat pada Februari.
Trump mengatakan ia dapat mengenakan tarif 10% pada impor China, dengan alasan kekhawatiran atas aliran obat-obatan terlarang, khususnya fentanil, dari China ke Meksiko dan Kanada, dan ke AS. Trump juga mengancam tarif 25% pada Kanada dan Meksiko.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






