Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Terkikis Akibat Ancaman Trump

Penulis : Indah Handayani
23 Jan 2025 | 15:56 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta pada Jumat (11/10/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa)
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta pada Jumat (11/10/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup terkikis pada perdagangan Kamis sore (23/1/2025). Hal itu akibat ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan tarif pada negara-negara selain China, Kanada dan Eropa.

Mata uang rupiah ditutup melemah 4 poin berada di level Rp 16.283 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,22 poin menjadi 108,38. Nilai tukar rupiah sempat melemah di level Rp 16.350 per dolar AS pada Rabu (22/1/2025).

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 4 point sebelumnya sempat menguat 30 poin di level Rp.16.283 dari penutupan sebelumnya di level Rp.16.279. “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp. 16.270 – 16.350,” ungkapnya, Kamis (23/1/2025).

ADVERTISEMENT

Ibrahim mengatakan, setelah pelantikannya pada hari Senin, Trump mengisyaratkan rencana untuk mengenakan tarif 10% pada impor China mulai 1 Februari, dan memperingatkan potensi pungutan pada Uni Eropa. Selain itu, Trump akan menambahkan tarif baru pada ancaman sanksi terhadap Rusia jika negara itu tidak membuat kesepakatan untuk mengakhiri perangnya di Ukraina.

“Trump menambahkan ini dapat diterapkan juga ke ‘negara-negara peserta lainnya," paparnya Ibrahim.

Menurut Ibrahim, Trump juga berjanji untuk mengenakan tarif kepada Uni Eropa, mengenakan tarif sebesar 25% terhadap Kanada dan Meksiko, dan mengatakan bahwa pemerintahannya sedang membahas bea masuk sebesar 10% terhadap China karena fentanil dikirim ke AS dari sana. Pada hari Senin, Trump juga mengumumkan keadaan darurat energi nasional.

Proyek Energi

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia