Harga Bitcoin Melesat Jelang Rilis Data CPI AS
JAKARTA, investor.id - Pasar kripto menguat dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin melesat menjelang rilis data CPI Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa (11/2/2025) pukul 6.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global naik 1,62% menjadi US$ 3,18 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) terlihat melesat 1,55% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 97.369 per koin atau setara Rp 1,59 miliar (kurs, Rp 16.345).
Baca Juga:
Peluang BitcoinPenguatan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 1,55% menjadi US$ 2.657 per koin. Sedangkan Binance (BNB) naik tipis 0,06% menjadi US$ 614 per koin.
Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengatakan, pasar kripto tengah menanti rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada 12 Februari, yang dapat mempengaruhi keputusan The Fed mengenai pemangkasan suku bunga. Data pekerjaan AS terbaru menunjukkan perlambatan pertumbuhan tenaga kerja, yang meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter.
“Sentimen positif ini sempat mendorong harga Bitcoin melewati angka US$ 100 ribu,” ungkapnya.
Menurut Fyqieh, para investor sedang mengawasi sejumlah indikator ekonomi penting, termasuk CPI, PPI, serta pidato Ketua The Fed Jerome Powell, di hadapan Kongres. Data inflasi yang lebih rendah dapat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga, yang berpotensi mendorong harga aset kripto lebih tinggi.
Baca Juga:
Pakar Feng Shui Ungkit Harga BitcoinPrediksi Wall Street memperkirakan inflasi CPI AS untuk Januari turun menjadi 0,3% dari 0,4% pada Desember, dengan inflasi tahunan turun dari 2,9% menjadi 2,8%. Sementara itu, inflasi CPI inti diperkirakan tetap stabil di 0,3%, dengan proyeksi penurunan tahunan menjadi 3,1% dari 3,2%.
“Jika angka-angka ini sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi, The Fed dapat mengambil sikap lebih lunak, yang menguntungkan pasar kripto,” tambahnya.
Namun, lanjut Fyqieh, jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, pasar dapat bereaksi negatif, memicu aksi jual Bitcoin dan aset berisiko lainnya. Data pekerjaan terbaru, yang menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja nonpertanian lebih rendah dari ekspektasi, memberikan sedikit kelegaan bagi investor.
“Selain CPI, investor juga menantikan data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dijadwalkan pada 13 Februari. Diperkirakan PPI akan naik 0,3% pada Januari, meningkat dari 0,2% sebelumnya. Data ini dapat mempengaruhi pandangan The Fed terhadap kebijakan suku bunga di masa depan,” papar Fyqieh.
Pidato Powell
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






