Jumat, 15 Mei 2026

Saham BMRI Lagi Diskon

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Feb 2025 | 12:24 WIB
BAGIKAN
Bank Mandiri (BMRI). Ist
Bank Mandiri (BMRI). Ist

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diparkir melemah 2,80% ke Rp 4.860 per akhir sesi I perdagangan 11 Februari 2025. BMRI sempat juga menyentuh Rp 4.750 yang merupakan level terendahnya satu tahun terakhir.

Sebanyak 188,34 juta saham Bank Mandiri ditransaksikan, frekuensi 32.610 kali, dan nilai transaksi Rp 914,91 miliar.

Saham BMRI turun 13,21% dalam sepekan terakhir, dan anjlok 23,46% untuk perioda tiga bulan.

ADVERTISEMENT

Secara valuasi, saham Bank Mandiri lagi diskon dibandingkan biasanya. Rasio price to book value (PBV) ada di 1,6 kali. Di bawah mean PBV standard deviation 3 tahun yang 2,22 kali.

Sedangkan price earning ratio (PER) 8,13 kali (TTM), dibandingkan mean PE standard deviation 3 tahun di 11,49 kali.

Rekomendasi dan Target Harga Saham

Sucor Sekuritas dalam ulasannya baru-baru ini menilai laba FY24 BMRI tetap stabil di angka Rp 55,8 triliun (+1% yoy), didukung oleh pertumbuhan pinjaman yang kuat sebesar 20%.

BMRI, lanjut Sucor, telah menetapkan target pertumbuhan pinjaman yang ambisius sebesar 10-12% pada tahun 2025F, meskipun kondisi likuiditas penuh tantangan, dengan tujuan menurunkan LDR hingga 90%. Pada saat yang sama, biaya kredit diperkirakan akan meningkat pada kisaran 1,0-1,2%.

Mengingat perkembangan ini, Sucor Sekuritas telah merevisi perkiraan pendapatan BMRI ke bawah, memproyeksikan pertumbuhan laba yoy sebesar 3% menjadi Rp 57,4 triliun pada tahun 2025F.

“Selain itu, kami mempertahankan rekomendasi BELI karena kami menyesuaikan target harga kami menjadi Rp 7.100 per saham,” pungkas Sucor Sekuritas.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat beli saham BMRI. Namun, target harga saham BMRI diturunkan menjadi Rp 5.900 dari sebelumnya Rp 6.400.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia