Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Tancap Gas di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump

Penulis : Indah Handayani
21 Feb 2025 | 15:30 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta pada 31 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom)
Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta pada 31 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup tancap gas pada Jumat sore (212/2025). Di tengah ketidakpastian keberlanjutan atas tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Mata uang rupiah ditutup menguat 24,5 poin berada di level Rp 16.313 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,14 poin menjadi 106,5. Nilai tukar rupiah sempat ditutup naik 50 poin di level Rp 16.338 per dolar AS pada Kamis (20/2/2025).

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, untuk perdagangan senin depan, mata uang rupiah fluktuatif. “Namun, rupiah akan ditutup menguat direntang Rp 16.280-16.320,” ungkap Ibrahim, Jumat (21/2/2025).

ADVERTISEMENT

Ibrahim menjelaskan, di tengah ketidakpastian yang berkelanjutan atas tarif perdagangan Trump. Presiden AS mengancam tarif 25% untuk mobil, farmasi, semikonduktor, dan kayu minggu ini. Presiden mengatakan bahwa tarif tersebut dapat diberlakukan paling cepat pada awal April. “Trump juga mengancam tarif timbal balik terhadap mitra dagang utama AS, yang meningkatkan kekhawatiran atas perang dagang global,” papar Ibrahim.

Selain itu, lanjut dia, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy awal minggu ini sangat marah dengan langkah-langkah AS dan Rusia untuk merundingkan kesepakatan damai tanpa Kyiv dan komentar Presiden AS Donald Trump yang menyalahkan Ukraina karena memulai konflik tiga tahun dengan Moskow.

Namun, setelah pertemuan dengan utusan Trump untuk konflik Ukraina pada hari Kamis, Zelenskiy mengatakan Ukraina siap bekerja cepat untuk menghasilkan kesepakatan yang kuat tentang investasi dan keamanan dengan AS.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Bloomberg Television pada hari Kamis, Rusia dapat memperoleh keringanan dari sanksi AS berdasarkan kesediaannya untuk berunding guna mengakhiri perangnya di Ukraina.

Sentimen dari China

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia