Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Menguat, 6 Saham Sprint sampai ARA

Penulis : Indah Handayani
21 Feb 2025 | 16:07 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja melihat pergerakan saham di layar monitor gedung BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Seorang pekerja melihat pergerakan saham di layar monitor gedung BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 14,95 poin (0,22%) ke level 6.803 pada Jumat (21/2/2025). Ini mengakhiri pelemahan dua hari beruntun. 

Sementara itu, enam saham sprint  sampai batas auto rejection atas (ARA), diantaranya DCII.

Berdasarkan data RTI, sebanyak 231 saham terpantau naik, 312 saham turun, dan 252 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 9,6 triliun. Volume perdagangan sebanyak 14,42 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.088.575 kali.

ADVERTISEMENT

Mayoritas sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini. Penguatan terbesar terjadi pada sektor teknologi sebesar 6,4%. Diikuti penguatan di sektor transportasi 0,8%, sektor properti 0,6%, sektor keuangan 0,08%, dan sektor kesehatan 0,02%.

Sementara itu, saat IHSG hari ini menghijau, indeks saham Asia juga kompak menanjak. Straits Times (Singapura) naik 0,1%, Nikkei (Jepang) menguat 0,2%, Hang Seng (Hong Kong) melonjak 3,9%, dan Shanghai (China) melesat 0,8%.

Saat IHSG hari ini menguat, ada enam saham sprint sampai batas auto rejection atas (ARA). Keenamnya juga masuk daftar top gainers. Sebab, melonjak hingga 34% dalam sehari.

Saham ARA

Keenam saham ARA tersebut adalah PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) melonjak 34,6% menjadi Rp 202, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melejit 24,8% menjadi Rp 462, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) melejsat 24,8% menjadi Rp 4.320.

Selanjutnya saham PT Dommunication Cable System Indonesia Tbk (CCSI) meningkat 24,5% menjadi Rp 406, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) naik 24,4%, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menguat 19,9% menjadi Rp 80.650.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, IHSG hari ini menguat karena dihujani sentimen positif, baik eksternal dan internal. Dari eksternal, pasar tampaknya merespons kemungkinan tercapainya kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China serta kebijakan moneter yang diterapkan oleh China.

Sedangkan dari dalam negeri, Pilarmas mengatakan, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada Kuartal IV-2024 mencatat surplus sebesar US$ 7,9 miliar, meningkat dibandingkan dengan surplus kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 5,9 miliar.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia