Saham TPIA Katanya Bisa ke Sini
JAKARTA, investor.id - Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 2,88% ke Rp 8.025 pada perdagangan Jumat (21/2/2025) pekan lalu.
Sebanyak 14,18 juta saham TPIA ditransaksikan, frekuensi 9.578 kali, dan nilai transaksi Rp 113,16 miliar. Dalam sepekan terakhir saham Chandra Asri menguat 7,36%. Dan melompat 14,23% dalam sebulan.
Sementara itu, CGS International Sekuritas merekomendasikan TPIA spec buy dengan support 7.800 untuk perdagangan 24 Februari ini. Cut loss jika break di bawah 7.575. Jika tidak break di bawah 7.800 potensi naik 8.250-8.475 short term.
Di sisi lain, Chandra Asri Pacific (TPIA) memberikan konfirmasi bahwa memang benar salah satu anak perusahaannya yaitu PT Chandra Daya Investasi (CDI) sedang menjajaki untuk kemungkinan rencana aksi korporasi, yaitu initial public offering (IPO)
“Namun terhadap hal ini masih dalam tahap pembahasan internal dan hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan IPO atas PT CDI akan dilaksanakan,” papar General Manager of Legal & Corporate Secretary, Chandra Asri Erri Dewi Riani dalam keterbukaan informasi, Jumat (21/2/2025).
Hal tersebut disampaikannya dalam menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) atas pemberitaan terkait rencana IPO Chandra Daya Investasi.
Erri Dewi Riani mengungkapkan bahwa Chandra Daya Investasi yang bergerak di bidang investasi khususnya dalam infrastuktur.
“Perseroan tentu saja akan tetap mengikuti dan mematuhi ketentuan dari peraturan pasar modal yang berlaku dalam setiap aksi korporasi,” pungkas Erri.
Chandra Daya Investasi
Berdasarkan laporan tahunan Chandra Asri (TPIA) 2023, tercatat bahwa TPIA memegang 70% saham PT Chandra Daya Investasi.
Di mana Chandra Daya Investasi menggenggam 70% saham PT Krakatau Chandra Energi, 49% saham PT Krakatau Tirta Industri, lalu 50,75% saham PT Redeco Petrolin Utama, dan 99,99% saham PT Chandra Samudera Port.
Dalam situs web resmi Chandra Asri Pacific dijelaskan bahwa di sektor infrastruktur, solusi TPIA dimotori oleh PT Chandra Daya Investasi (CDI), sebuah entitas khusus yang berinvestasi serta mengelola aset-aset energi, air, kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik kami yang sangat penting.
Aset-aset tersebut antara lain PT Krakatau Chandra Energi yang mengoperasikan pembangkit listrik berkapasitas 120 MW untuk kebutuhan energi TPIA serta energi industri dan perumahan di Cilegon.
PT Krakatau Tirta Industri yang mengoperasikan pabrik pengolahan air, daur ulang, dan pengolahan air limbah.
PT Chandra Pelabuhan Nusantara yang mengoperasikan layanan dermaga yang dapat menangani kapal-kapal besar hingga 96.000 DWT, dijadikan juga sebagai pemasok layanan tangki penyimpanan dan pelayaran khusus, bersama PT Redeco Petrolin Utama dan PT Chandra Samudera Port.
Pada layanan logistik, CDI memiliki PT Marina Indah Maritim, PT Chandra Shipping International dan PT Chandra Cold Chain yang semakin meningkatkan kemampuan infrastruktur Grup Chandra Asri.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






