Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah vs Dolar AS Hari ini, Diguncang Tarif Trump Terbaru 

Penulis : Indah Handayani
26 Feb 2025 | 15:19 WIB
BAGIKAN
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/tom)
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/tom)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Rabu sore (26/2/2025). Hal itu karena selera risiko diguncang oleh Presiden AS Donald Trump yang mengancam tarif perdagangan lebih tinggi. Sementara data kepercayaan konsumen yang lemah memicu meningkatnya kekhawatiran atas ekonomi AS yang melambat.

Mata uang rupiah ditutup turun 6 poin berada di level Rp 16.377 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,16 poin menjadi 106,4. Nilai tukar rupiah sempat ditutup jatuh 93 poin berada di level Rp 16.371 per dolar AS pada Selasa (25/2/2025).

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, Trump menambah sentimen negatif dengan mengancam akan mengenakan tarif pada tembaga. Sebelumnya minggu ini, ia juga mengisyaratkan bahwa tarif 25% pada Kanada dan Meksiko akan dikenakan pada awal Maret. 

ADVERTISEMENT

Ibrahim menyebut, pungutan impor dari kedua negara tersebut 'tepat waktu dan sesuai jadwal' meskipun keduanya telah berupaya untuk memperkuat keamanan perbatasan. Trump membuat pernyataan tersebut setelah ditanya apakah tetangga utara dan selatan Amerika telah melakukan cukup banyak upaya untuk menghindari bea masuk. 

"Trump tidak secara khusus menyebutkan batas waktu 4 Maret saat tarif akan mulai berlaku. Langkah tersebut akan berlaku untuk impor AS senilai lebih dari US$ 918 miliar dari Kanada dan Meksiko, dan mengancam akan mengacaukan ekonomi Amerika Utara yang sangat terintegrasi," ungkap Ibrahim, Rabu (26/2/2025).

Selain itu, Ibrahim menyebut, data AS menunjukkan kepercayaan konsumen pada bulan Februari memburuk pada kecepatan tertajamnya dalam 3,5 tahun, dengan ekspektasi inflasi 12 bulan melonjak. Sementara itu, ekonomi Jerman menyusut dalam tiga bulan terakhir tahun 2024 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Internal.

Bank Bullion

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia