Jumat, 15 Mei 2026

5 Saham Kompak ARA Saat IHSG Melesat Lagi

Penulis : Indah Handayani
20 Mar 2025 | 16:45 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melesat lagi sebesar 70,01 poin (1,11%) ke level 6.381,6 pada Kamis (20/3/2025). Ini melanjutkan penguatan dalam dua hari beruntun.

Lima saham kompak mentok batas auto rejection atas (ARA), salah satunya DCII.

Berdasarkan data RTI, sebanyak 299 saham terpantau naik, 272 saham turun, dan 233 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 11,31 triliun. Volume perdagangan sebanyak 16,72 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.103.686 kali.

ADVERTISEMENT

Hampir seluruh sektor saham menghijau pada penutupan pasar hari ini. Penguatan terbesar terjadi pada sektor teknologi 10%. Diikuti pengguatan di sektor transportasi 2,3%, sektor barang baku 2,1%, sektor energi 0,8%, dan sektor perindustrian 0,6%.

Sedangkan pelemahan terjadi pada sektor keuangan 0,8% dan sektor barang konsumsi primer 0,6%.

Sementara itu, saat IHSG hari ini menguat, indeks saham Asia mayoritas melemah. Shanghai (China) turun 0,5% dan Hang Seng (Hong Kong) anjlok 2,2%. Sedangkan Straits Times (Singapura) menguat 0,5%. Sementara Nikkei (Jepang) libur.

Saat IHSG hari ini meningkat, lima saham kompak mentok batas auto rejection atas (ARA) dan masuk daftar top gainers. Sebab, melonjak hingga 35% dalam sehari.

Saham ARA

Saham-saham ARA tersebut adalah PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) melonjak 35% menjadi Rp 162, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melejit 24,8% menjadi Rp 1.080, dan PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) melesat 24,6% menjadi Rp 2.200.

Diikuti saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) meningkat 20% menjadi Rp 9.900 dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melesat 19,9% menjadi Rp 166.725.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini lanjutkan penguatannya didukung dari aksi beli emiten konglomerasi dan BUMN setelah OJK memberlakukan kebijakan buyback tanpa perlu persetujuan RUPS. “Kebijakan ini mendorong peningkatan risk appetite para investor,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Kamis (20/3/2025).

Pilarmas menambahkan, adanya jaminan dari dari bank sentral untuk menjaga stabilitas juga menopang penguatan IHSG hari ini. Sebab, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya. Keputusan tersebut sejalan dengan upaya untuk menjaga inflasi pada tahun 2025 dan 2026 agar tetap terkendali dalam kisaran target 2,5±1%.

“Serta, menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamental ekonomi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” jelas Pilarmas.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia