Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah vs Dolar AS Hari Ini, Kamis 10 April 2025

Penulis : Indah Handayani
10 Apr 2025 | 15:20 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am)
Ilustrasi nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am)

Ibrahim menambahkan, geopolitik di Timur Tengah dan Eropa yang semakin memanas dibarengi dengan genderang perang dagang, dapat meningkatkan ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi ekonomi Indonesia, terutama pada fluktuasi nilai tukar rupiah. Walaupun Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar guna untuk menstabilkan mata uangnya.

“Namun, Pemerintah dan BI punya keterbatasan dalam mengatasi ketidakpastian ekonomi,” jelas Ibrahim.

Bahkan, Ibrahim menyebut pemerintah mengakui, perang dagang berpotensi meningkatkan harga barang impor. Meski tidak banyak komponen produk yang dibuat di AS dan diekspor ke negara lain sebagai bahan baku lanjutan harganya bisa naik. Kenaikan harga barang impor, berpotensi menekan inflasi.

Selain itu, Ibrahim mengatakan, juga berdampak pada penurunan perdagangan internasional karena tarif tinggi yang membuat barang impor lebih mahal. Negara-negara di kawasan seperti ASEAN yang bergantung pada ekspor ke negara-negara besar dapat mengalami penurunan keuntungan dalam berdagang.

ADVERTISEMENT

Sehingga bisa berpotensi berpengaruh pada kawasan ASEAN. Perusahaan yang terdampak perang dagang akan menyesuaikan rantai pasokan mereka, salah satunya mengalihkan produksi dari China ke negara lain guna menghindar dari tarif tinggi.

“Kemudian pemindahan produksi akan menciptakan peluang baru bagi negara ASEAN, namun juga menimbulkan tantangan baru seperti kesiapan infrastruktur dan kebijakan perdagangan,” ucap Ibrahim.

Kemudian, perang dagang sering memperburuk hubungan diplomatik antar negara besar, stabilitas politik dan kerja sama ekonomi kawasan jadi imbasnya. Negara-negara di kawasan harus menghadapi tantangan dalam menjaga hubungan baik dengan semua pihak yang terlibat. Apalagi penyelesaian konflik perang dagang perlu negosiasi diplomatik yang kompleks dan menghabiskan banyak waktu.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif. Namun, rupiah akan ditutup menguat direntang Rp 16.750 – 16.830,” tutup Ibrahim.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia