Rupiah Berpotensi Menguat dengan Dolar Anjlok ke Level Terendah
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah hari ini berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Adapun dolar AS telah anjlok ke level terendah sejak Juli 2023, sebut Analis Doo Financial Futures Lukman Leong.
Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (11/4/2025) pukul 11.42 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah menguat 31,5 poin (0,19%) ke level Rp 16.701,5 per dolar AS.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang anjlok ke level terendah dalam sejak Juli 2023 oleh kekhawatiran resesi di AS dari perang dagang eskalasi tarif AS-China," jelas Lukman Leong dalam catatan Jumat.
Presiden AS Donald Trump telah menegaskan tarif impor AS terhadap China menjadi 145% dari sebelumnya 125%.
Pada awalnya, Trump menaikkan tarif impor ke China menjadi sebesar 104%. Langkah ini dibalas oleh Presiden China Xi Jinping dengan total penetapan tarif impor sebesar 84% terhadap produk AS.
Kemudian pada Rabu (10/4/2025) pemerintah AS kembali menaikkan tarif impor dari China menjadi sebesar 125% di tengah penundaan tarif resiprokal terhadap berbagai negara. Memasuki Kamis (11/4/2025), Trump merevisi tarif impor ke China menjadi 145% yang merupakan batas bawah atau masih berpotensi meningkat dalam ekskalasi perang dagang.
Lukman melanjutkan, adanya perang tarif meningkatkan kekhawatiran resesi di AS dengan perkiraan 65% dari Goldman Sachs dan JP Morgan 60%.
Dolar AS juga tertekan peningkatan prospek pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) yang menyusul data inflasi bulanan AS tercatat menurun dari sebelumnya 0,2% secara bulanan (month to month/ mtm) menjadi minus 0,1% secara mtm. Begitu pula dengan inflasi tahunan yang turun dari sebelumnya 2,8% secara tahunan (year on year/ YoY) menjadi 2,4% secara tahunan.
Berdasarkan polling CME FedWatch, lebih dari 50% responden menduga The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) hingga 100 bps.
"Namun, penguatan (rupiah) diperkirakan akan terbatas di tengah sentimen risk off di pasar ekuitas," imbuhnya.
Mengacu berbagai faktor tersebut, kurs rupiah diperkirakan berkisar Rp 16.700-16.900 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat pagi di Jakarta menguat sebesar 18 poin atau 0,11% ke level Rp 16.805 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di level Rp 16.823 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






