Kamis, 14 Mei 2026

Ketua The Fed Akui Tarif Trump Bikin Kebijakan Moneter Serba Salah

Penulis : Indah Handayani
17 Apr 2025 | 04:23 WIB
BAGIKAN
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell  (Foto: Reuters)
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell (Foto: Reuters)

CHICAGO, investor.id – Ketua The Fed Jerome Powell mengakui kebijakan tarif yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat menimbulkan dilema baru bagi bank sentral dalam menyeimbangkan dua mandat utamanya, yaitu menekan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dikutip dari CNBC internasional, dalam pidatonya dihadapan Economic Club of Chicago pada Rabu (16/4/2025), Powell mengungkapkan bahwa kondisi ketidakpastian global semakin tinggi, dan dampak tarif terhadap perekonomian AS belum sepenuhnya terlihat jelas.

“Kita bisa saja menghadapi skenario sulit, di mana tujuan ganda kita saling bertentangan. Jika itu terjadi, kami akan mempertimbangkan seberapa jauh perekonomian dari setiap tujuan tersebut, serta jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup celahnya,” ungkap Powell.

ADVERTISEMENT

The Fed selama ini memegang dua mandat utama, yaitu menjaga stabilitas harga dan memastikan tingkat pekerjaan maksimum. Namun, lanjut Powell, tarif dapat membebani keduanya secara bersamaan. Di satu sisi, tarif bisa memicu kenaikan inflasi, sedangkan di sisi lain dapat memperlambat pertumbuhan karena tekanan terhadap konsumsi dan investasi.

Powell menegaskan bahwa tarif kemungkinan besar akan menjauhkan AS dari target-target ekonominya, paling tidak untuk sisa tahun ini. Ia juga mencatat bahwa sejumlah indikator harga dalam jangka pendek menunjukkan peningkatan, meskipun ekspektasi inflasi jangka panjang masih mendekati target 2% The Fed.

“Tarif hampir pasti akan memicu kenaikan inflasi, setidaknya sementara. Namun, dampaknya bisa menjadi lebih lama tergantung pada seberapa besar dan seberapa lama tarif tersebut berlaku,” tambah Powell.

The Fed memproyeksikan inflasi inti, yang diukur dari indeks harga konsumsi pribadi (PCE), akan mencapai 2,6% pada Maret 2025.

Meskipun kekhawatiran meningkat, Powell belum memberikan sinyal arah perubahan suku bunga. Ia menegaskan, The Fed saat ini berada dalam posisi yang tepat untuk menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum mengambil langkah kebijakan apa pun.

Pasar memperkirakan The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada Juni 2025, dengan kemungkinan tiga hingga empat kali pemangkasan sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.

Pertumbuhan Ekonomi AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 10 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 18 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 36 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia