Ketua The Fed Akui Tarif Trump Bikin Kebijakan Moneter Serba Salah
Powell juga menyoroti melambatnya pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I-2025. Ia menyebut konsumsi rumah tangga tumbuh secara moderat, meskipun penjualan kendaraan cukup kuat. Lonjakan impor juga terjadi karena banyak perusahaan berusaha mendatangkan barang sebelum tarif diberlakukan.
“Data sementara menunjukkan pertumbuhan pada kuartal pertama melambat dibandingkan tahun lalu. Impor yang tinggi akibat kekhawatiran tarif diperkirakan akan membebani pertumbuhan PDB,” jelasnya.
Laporan terbaru dari Departemen Perdagangan AS mencatat penjualan ritel naik 1,4% pada Maret, lebih tinggi dari ekspektasi. Kenaikan tersebut banyak didorong oleh pembelian kendaraan menjelang penerapan tarif.
Sementara itu, The Fed Atlanta memperkirakan pertumbuhan PDB kuartal I hanya sebesar minus 0,1%, setelah disesuaikan dengan lonjakan impor dan ekspor emas yang tidak biasa.
Meski situasi ekonomi tengah menghadapi tantangan besar, Powell tetap menggambarkan ekonomi AS dalam kondisi yang ‘solid’. Ia menekankan pentingnya menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali agar ekonomi tetap stabil.
“Kami akan terus mengamati dampak tarif dengan hati-hati. Yang terpenting adalah menjaga kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan jangka panjang The Fed,” pungkas Powell.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






