Harga Minyak Melonjak Berkat Pemangkasan Tarif dan Data Inflasi AS
The Fed kemungkinan menyambut baik data inflasi yang lebih jinak ini. Bank sentral AS belum mengubah suku bunga acuannya sejak pemangkasan terakhir pada Desember lalu, karena khawatir perang dagang kembali memicu inflasi.
Meskipun harga naik, para analis mencatat bahwa rencana OPEC+ untuk meningkatkan ekspor minyak pada Mei dan Juni dapat membatasi potensi kenaikan harga lebih lanjut. Sejak April, OPEC dilaporkan telah meningkatkan produksi melebihi ekspektasi, dengan tambahan pasokan sebesar 411.000 barel per hari untuk Mei.
Sumber Reuters menyebutkan bahwa pasokan minyak mentah Arab Saudi ke China akan tetap stabil pada Juni, setelah mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun pada bulan sebelumnya. Arab Saudi merupakan pemasok minyak mentah terbesar kedua bagi China, setelah Rusia.
Meski ada kekhawatiran perlambatan permintaan minyak mentah global, permintaan terhadap bahan bakar olahan masih menunjukkan sinyal positif.
“Meski harga minyak global telah turun 22% sejak puncaknya pada 15 Januari, harga produk olahan dan margin kilang tetap stabil,” tulis analis JPMorgan dalam catatannya.
Kapabilitas pengolahan minyak (refining capacity) yang berkurang, khususnya di AS dan Eropa, menyebabkan pasokan bensin dan solar menjadi lebih ketat. Hal ini meningkatkan ketergantungan pada impor dan menambah risiko lonjakan harga selama masa perawatan kilang atau gangguan produksi yang tak terduga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






