Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Tersandung Inflasi AS dan Kesepakatan Dagang dengan China

Penulis : Indah Handayani
12 Jun 2025 | 04:38 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street
Sumber; AP
Ilustrasi Wall Street Sumber; AP

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (11/6/2025). Hal itu seiring investor mencermati perkembangan negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta data inflasi AS terbaru.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 turun 0,27% ke level 6.022,24, mengakhiri tren kenaikan tiga hari berturut-turut. Nasdaq Composite juga melemah 0,5% ke posisi 19.615,88. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average hanya turun tipis 1,1 poin dan ditutup di 42.865,77.

Data terbaru menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,1% pada Mei dibandingkan bulan sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan konsensus ekonom sebesar 0,2%. CPI inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, juga naik 0,1%, di bawah ekspektasi.

ADVERTISEMENT

Global Co-CIO untuk multi-aset di Goldman Sachs Asset Management Alexandra Wilson-Elizondo mengatakan, inflasi Mei yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan bahwa dampak tarif belum signifikan. “Banyak perusahaan masih mengandalkan stok lama atau menyesuaikan harga secara bertahap karena permintaan yang belum pasti,” ujarnya.

Elizondo menambahkan, pasar saat ini berada dalam masa tunggu, menanti berakhirnya jeda tarif 90 hari. "Jika inflasi AS tetap terkendali atau pasar tenaga kerja mulai melemah, The Fed kemungkinan akan mempertimbangkan pemangkasan suku bunga di masa mendatang," katanya.

Negosiasi dagang antara AS dan China menjadi perhatian utama investor pekan ini. Setelah dua hari pembicaraan di London, pejabat kedua negara sepakat pada kerangka kesepakatan awal. Namun, implementasinya masih menunggu persetujuan dari Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Kesepakatan AS-China

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia