Jumat, 15 Mei 2026

Saham Murah Kena Net Sell Asing Rp 13 T, Padahal Diramal Bisa Rp 6.000-an

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Jul 2025 | 07:47 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi transaksi saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Ilustrasi transaksi saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 1,91% ke Rp 4.620 pada perdagangan Rabu (31/7/2025). Saham BMRI diperdagangkan di rentang Rp 4.620-4.720.

Sebanyak 141,26 juta saham Bank Mandiri ditransaksikan, frekuensi 36.826 kali, dan nilai transaksi Rp 657,44 miliar. Saham ini banyak didistribusikan. Broker Maybank Sekuritas Indonesia membukukan net sell mencapai Rp 137 miliar.

Adapun asing tercatat mencetak net sell Rp 318 miliar. Dalam periode year to date (ytd), saham BMRI kena net sell asing Rp 13,2 triliun, sehingga harganya anjlok 18,95% dari Rp 5.700 pada awal tahun.

ADVERTISEMENT

Saham Bank Mandiri lagi murah. Rasio price to book value (PBV) 1,7 kali, nyaris sama dengan -2 PBV standard deviation rata-rata tiga tahun 1,65 kali. Sedangkan price earning ratio (PER) 7,66 kali (TTM), di bawah -2 PE standard deviation rata-rata tiga tahun 8,18 kali.

Sebelumnya, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menyampaikan bahwa IHSG berpeluang menembus 7.300-7.400 dalam jangka pendek, bahkan menuju 7.500 jika kondisi makroekonomi dan politik global tetap kondusif.

Target Harga Saham dan Potensi Dividen

Ia menyoroti bahwa sektor komoditas dan perbankan akan menjadi primadona, mengingat korelasi positif terhadap pelonggaran moneter dan permintaan kredit yang meningkat. Ia merekomendasikan salah satunya saham Bank Mandiri (BMRI) dengan target harga Rp 6.100.

Sementara itu, menurut Stockbit Sekuritas, per 25 Juni 2025 (di harga Rp 4.880), BMRI diperdagangkan pada valuasi 1,46x 1–Year Forward P/BV, hampir menyentuh -1 Standar Deviasi (1,42x) di bawah rata–rata historis 5 tahun. Pada level tersebut, Stockbit melihat BMRI menawarkan potensi dividend yield minimum 7%. Artinya, dengan asumsi dari Stockbit itu, maka potensi dividennya minimal bisa Rp 340-an per saham.

Adapun untuk tahun buku 2024, Bank Mandiri menebar dividen Rp 466,18 per saham yang telah dibayarkan pada 23 April 2025. Sementara itu, Bank Mandiri menyampaikan bahwa akan dilakukan audit atas laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk periode Juni tahun 2025 sehubungan dengan terdapatnya rencana aksi korporasi perseroan, yaitu penerbitan obligasi rupiah.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia