Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Melonjak 2% Lebih Usai Data Ketenagakerjaan AS Melemah

Penulis : Indah Handayani
2 Aug 2025 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas (Foto: Chalinee Thirasupa / Bloomberg / Getty Images)
Ilustrasi harga emas (Foto: Chalinee Thirasupa / Bloomberg / Getty Images)

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga dua kali hingga akhir tahun, dimulai pada September mendatang.

Awal pekan ini, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%–4,5%. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan, pihaknya belum mengambil keputusan apa pun untuk bulan September.

“Kondisinya cukup kompleks. Di satu sisi ada tekanan inflasi dari tarif dan upah, tapi di sisi lain data ketenagakerjaan mengecewakan. Jika The Fed memangkas suku bunga dalam situasi seperti ini, dampaknya akan sangat positif bagi emas,” tambah Melek.

Di sisi perdagangan global, Presiden AS Donald Trump kembali mengumumkan gelombang tarif baru terhadap puluhan mitra dagang, termasuk Kanada, Brasil, India, dan Taiwan. Langkah ini memicu gejolak pasar global, seiring upaya negara-negara tersebut mendorong negosiasi untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik.

Ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik semacam ini biasanya menjadi katalis penguatan harga emas sebagai aset safe haven.

Sementara itu, harga perak naik 0,7% menjadi US$ 36,98 per ons, platinum naik 1,6% ke US$ 1.309,27, dan palladium menguat 1% ke US$ 1.203,52 per ons. Namun, ketiga logam tersebut tetap mencatatkan pelemahan secara mingguan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia