Jumat, 15 Mei 2026

Modal Asing Rp 16,24 Triliun Keluar dari Tiga Instrumen Ini

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Aug 2025 | 10:50 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/pri)
Petugas menghitung uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/pri)

JAKARTA,investor.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan modal asing senilai Rp 16,24 triliun keluar dari pasar keuangan domestik pada 28-31 Juli 2025. Mayoritas modal asing keluar melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan modal asing yang keluar melalui SRBI mencapai Rp 12,6 triliun. Modal asing juga keluar melalui pasar saham senilai Rp 2,27 triliun dan surat berharga negara (SBN) senilai Rp 1,37 triliun.

“Berdasarkan data transaksi 28 – 31 Juli 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 16,24 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp 2,27 triliun di pasar saham, Rp 1,37 triliun di pasar SBN, dan Rp12,60 triliun di SRBI,” ucap Ramdan dalam siaran pers yang diterima pada Minggu (3/8/2025).

ADVERTISEMENT

Secara kumulatif dari  Januari hingga Juli 2025 tercatat transaksi yang terjadi adalah nonresiden jual neto sebesar Rp 58,69 triliun di pasar saham dan Rp 77,39 triliun di SRBI, serta beli neto Rp 59,07 triliun di pasar SBN.

Level imbal hasil (yield) SBN Indonesia dengan tenor 10 tahun  naik  ke posisi 6,56% dan yield surat utang Amerika Serikat atau US Treasury Note tenor 10 tahun turun menjadi 4,374% pada Kamis (31/7/2025). Lalu nilai premi risiko investasi (credit default swap) Indonesia 5 tahun naik menjadi 71,4 basis poin pada Kamis (31/7/2025) dibandingkan posisi pada Jumat (25/7/2025) yang sebesar 69,94 basis poin.  Sementara itu, data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menunjukkan posisi nilai tukar rupiah adalah Rp 16.494 per dolar AS pada Jumat  (1/8/2025).

“BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” pungkas Ramdan.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 32 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 36 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia