Jumat, 15 Mei 2026

Pandangan soal BBRI Terbelah

Penulis : Jauhari Mahardhika
4 Aug 2025 | 13:27 WIB
BAGIKAN
BRImo, super apps BRI (BBRI). (Foto: BRI)
BRImo, super apps BRI (BBRI). (Foto: BRI)

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold untuk saham BBRI, dengan target harga Rp 4.000. Target harga tersebut mencerminkan valuasi PBV 2025 sebesar 1,9 kali.

“Meskipun peningkatan kualitas aset tetap menjadi prioritas utama di tengah pertumbuhan kredit yang moderat pada 2025, kami optimistis keahlian ritel manajemen baru dapat memperkuat inisiatif pendanaan jangka pendek,” jelas Prasetya.

BBRI mempertahankan target pertumbuhan kredit 2025 sebesar 7-9% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 7%, dengan fokus lebih besar pada segmen konsumer dan korporasi. NIM tahun ini diproyeksikan tetap pada kisaran 7,3-7,7% dibandingkan 2024 sebesar 7,7%.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, KB Valbury Sekuritas melakukan evaluasi ulang terhadap BBRI secara menyeluruh dengan menggunakan berbagai metodologi yang kuat, termasuk gordon growth model (GGM), dividend discount model (DDM), single stage fair PB, dan rolling PB.

“Itu memperkuat keyakinan kami. Koreksi harga saham BBRI belakangan ini menciptakan ketimpangan signifikan antara harga pasar dan nilai intrinsik, menjadikan saham ini sangat menarik bahkan dalam skenario konservatif,” ungkap Akhmad.

Sebab itu, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham BBRI. Target harga saham BBRI berbasis gordon growth model (GGM) sebesar Rp 4.470.

Target harga tersebut mencerminkan estimasi P/B 2025 sebesar 2,1 kali. Saat ini, saham BBRI diperdagangkan dengan valuasi yang menarik pada standar deviasi (SD) -2 sebesar 1,7 kali.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia