Telkom (TLKM) Bersiap Spin Off Lagi, Saham sedang Diskon
Di sisi lain, terkait persiapan strategi bisnis FiberCo menyusul pembentukan Infranexia (PT Telkom Infrastruktur Indonesia) sebagai entitas infrastruktur fiber, TLKM berencana melakukan spin off tahap pertama pada kuartal IV-2025, dengan target spin off lebih dari 50% terhadap total aset dan bisnis fiber terpilih milik TLKM akan dialihkan ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia.
Selanjutnya, manajemen TLKM tengah mengkaji beberapa aset fiber, yang saat ini hanya digunakan oleh internal, untuk dapat dibuka aksesnya kepada pihak eksternal. Ini dapat meningkatkan utilisasi fiber.
Meski demikian, manajemen masih mengkaji dampak setiap pembukaan akses fiber kepada pihak eksternal terhadap bisnis IndiHome. “Kami menilai langkah ini dapat meningkatkan persaingan pada bisnis segmen fixed broadband dari sisi service provider maupun penyedia infrastruktur,” ungkap Melvin.
Dia pun menilai kinerja terburuk TLKM telah terlewati pada kuartal II-2025 dan ke depan akan membaik. Itu direspons positif oleh pasar.
“Progres dari pemulihan – yang diindikasikan dari peningkatan ARPU dan stabilisasi jumlah pelanggan – menjadi hal yang perlu dicermati dan dipantau oleh investor, sebab akan menjadi faktor kunci yang menentukan pemulihan harga saham TLKM,” pungkasnya.
Sementara itu, analis Samuel Sekuritas, Jonathan Guyadi dan Jason Sebastian mengungkapkan, Telkom (TLKM) memiliki valuasi yang menarik dengan EV/EBITDA trailing 12 bulan (trailing twelve months/TTM) sebesar 4,1 kali atau diskon 11,5% dibandingkan para pesaingnya.
“TLKM juga berpotensi re-rating lebih lanjut karena menawarkan ROAE 2025 sebesar 15,6% dibandingkan para pesaingnya yang rata-rata sebesar 14,9%,” tulis Jonathan dan Jason dalam risetnya.
Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham TLKM dengan target harga Rp 3.500. Target harga tersebut mencerminkan EV/EBITDA 2025 sebesar 5,2 kali.
Selain valuasi yang terdiskon, imbal hasil dividen (dividend yield) TLKM terbilang menarik. Risiko utamanya jika terjadi persaingan yang makin intensif, jumlah pelanggan yang lebih rendah dari perkiraan, dan perang harga di segmen fixed broadband (FBB).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






