Jumat, 15 Mei 2026

BBCA juga Punya Target Harga Baru

Penulis : Jauhari Mahardhika
7 Aug 2025 | 13:25 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi BCA (BBCA). (Foto: Istimewa)
Ilustrasi BCA (BBCA). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan kinerja yang solid pada kuartal II-2025, ditopang oleh pertumbuhan kredit dan dana murah yang kuat. Tetapi, target harga saham BBCA dipangkas. Kenapa?

BCA (BBCA) mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp 14,9 triliun pada kuartal II-2025, tumbuh 5,1% qoq atau 6,2% yoy.

“Itu sesuai dengan estimasi kami sebesar 50,7% dari target 2025 dan sejalan dengan konsensus sebesar 49,7%,” tulis analis Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi dan Brandon Boedhiman dalam risetnya, yang dikutip pada Kamis (7/8/2025).

ADVERTISEMENT

Kinerja BCA terutama ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang kuat sebesar Rp 21,4 triliun, naik 1,7% qoq atau 6,9% yoy. Ini berkat ekspansi kredit dengan pertumbuhan 12,9% yoy atau 1,9% qoq.

Adapun pertumbuhan simpanan pada emiten bank berkode saham BBCA tersebut mencapai 5,7% yoy, didukung oleh kenaikan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 7,3% yoy. Dengan begitu, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BBCA pada kuartal II-2025 stabil di 5,8%.

Namun, biaya kredit (cost of credit/CoC) tetap tinggi sebesar 0,5% atau melebihi panduan awal yang sebesar 0,3%. Hal ini seiring kenaikan rasio non-performing loan (NPL) menjadi 2,2% dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 2%.

“Meski demikian, loan at risk (LAR) BBCA membaik menjadi 5,7% dibandingkan kuartal I-2025 yang mencapai 6%,” ungkap Prasetya.

BBCA mempertahankan panduan pertumbuhan kredit yang moderat pada tahun ini berkisar 7-8% dibandingkan 2024 yang sebesar 13,8%. “Kemungkinan itu akan terlampaui, mengingat ekspansi kredit selama Januari-Juni 2025 telah mencapai 13,8%,” jelas dia.

Sementara itu, BBCA merevisi panduan CoC menjadi 30-50 bps dari sebelumnya 30 bps. Ini menandakan kehati-hatian yang terus berlanjut.

Rekomendasi Saham dan Target Harga Baru 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia