Kamis, 14 Mei 2026

Ada yang Agresif Borong Saham Bank Mandiri (BMRI)

Penulis : Jauhari Mahardhika
17 Aug 2025 | 09:26 WIB
BAGIKAN
Bank Mandiri (BMRI). (Foto: Bank Mandiri)
Bank Mandiri (BMRI). (Foto: Bank Mandiri)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) merupakan salah satu saham yang diborong oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam jumlah signifikan selama sepekan terakhir atau periode 11-15 Agustus 2025.

Nilai transaksi beli bersih (net buy) asing pada saham BMRI mencapai Rp 769,7 miliar. Pembelian terjadi di pasar reguler BEI dalam sepekan terakhir, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (17/8/2025).

Net buy saham BMRI terbesar setelah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

ADVERTISEMENT

Net buy asing pada saham BBRI sebesar Rp 2,3 triliun, TLKM Rp 1,6 triliun, dan BBCA Rp 1,3 triliun.

Secara umum, dalam sepekan terakhir, investor asing mencatatkan net buy mencapai Rp 6,6 triliun di seluruh pasar BEI. Net buy asing meningkat tajam dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya sebesar Rp 124,2 miliar.

Khusus pada perdagangan Jumat (15/8/2025), investor asing membukukan net buy sebesar Rp 1,3 triliun di seluruh pasar. Dengan demikian, total transaksi jual bersih (net sell) asing sepanjang tahun berjalan ini kembali berkurang menjadi Rp 55,1 triliun – berdasarkan data BEI.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

KB Valbury Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi buy saham Bank Mandiri (BMRI). Target harga saham BMRI berbasis gordon growth model (GGM) sebesar Rp 6.240.

Target harga tersebut setara dengan estimasi P/B 2025 sebesar 1,9 kali. Saat ini, saham BMRI diperdagangkan pada estimasi P/B 2025 sebesar 1,5 kali, sedikit di atas rata-rata standar deviasi (SD) -1 historis yang mencapai 1,4 kali.

Sementara itu, berdasarkan data di aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BMRI secara valuasi masih murah. Rasio price to book value (PBV) sebesar 1,8 kali atau masih di bawah -1 PBV standard deviation rata-rata tiga tahun terakhir. Price to earning ratio (PER) sebesar 8,14 kali (TTM) atau di bawah -1 PE standard deviation rata-rata tiga tahun terakhir.

Menurut Stockbit Sekuritas, dengan asumsi harga saham Rp 4.880, BMRI diperdagangkan pada valuasi 1-Year Forward P/BV sebesar 1,46 kali, hampir menyentuh -1 standard deviation (1,42 kali) di bawah rata-rata historis 5 tahun.

Pada level tersebut, Stockbit melihat BMRI menawarkan potensi dividend yield minimum 7%. Dengan begitu, potensi dividennya minimal bisa Rp 340-an per saham.

Adapun untuk tahun buku 2024, Bank Mandiri (BMRI) menebar dividen Rp 466,18 per saham yang telah dibayarkan pada 23 April 2025.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia