Jumat, 15 Mei 2026

Modal Asing Senilai Rp 910 Miliar Masuk ke Pasar Keuangan Domestik

Penulis :  Arnoldus Kristianus
24 Aug 2025 | 19:29 WIB
BAGIKAN
Suasana penukaran mata uang dolar Amerika ke mata uang rupiah di salah satu pusat penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (6/4/2025). (Foto: B-Universe/ Joanito De Saojoao)
Suasana penukaran mata uang dolar Amerika ke mata uang rupiah di salah satu pusat penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (6/4/2025). (Foto: B-Universe/ Joanito De Saojoao)

JAKARTA,investor.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan modal asing sebesar Rp 910 miliar masuk dalam pasar keuangan domestik pada 19-21 Agustus 2025. Mayoritas modal asing masuk melalui pasar saham.

Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengatakan modal asing yang masuk melalui pasar saham sebesar Rp 2,31 triliun. Namun pada saat yang sama modal asing keluar melalui surat berharga negara (SBN) senilai Rp 620 miliar dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 780 miliar.

“Berdasarkan data transaksi 19 – 21 Agustus 2025, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 0,91 triliun, terdiri dari beli neto sebesar Rp2 ,31 triliun di pasar saham, serta jual neto sebesar Rp 0,62 triliun di pasar SBN dan Rp 0,78 triliun di SRBI,” ucap Junanto dalam siaran pers yang diterima pada Minggu (24/8/2025).

ADVERTISEMENT

Secara kumulatif dari Januari hingga 21 Agustus 2025 tercatat transaksi yang terjadi adalah nonresiden menjual neto sebesar Rp 52,99 triliun di pasar saham dan Rp 85,83 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp 71,63 triliun di pasar SBN.  Level imbal hasil (yield) SBN Indonesia dengan tenor 10 tahun  turun menjadi  6,32% dan yield surat utang Amerika Serikat atau US Treasury Note tenor 10 tahun naik ke 4,328% pada Kamis (21/8/2025).

Adapun nilai premi risiko investasi (credit default swap) Indonesia 5 tahun turun menjadi 66,97 basis poin pada Kamis (21/8/2025) dibandingkan posisi pada Kamis (14/8/2025) yang sebesar 67,72 basis poin.   Sementara itu, data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menunjukkan posisi nilai tukar rupiah adalah Rp 16.340 per dolar AS pada Jumat  (22/8/2025).

“BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” terang Junanto.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 32 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 36 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia