Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Naik di Tengah Ketegangan Trump vs The Fed
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar ruppiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) naik tipis pada Kamis (28/8/2025). Di tengah ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dengan The Fed semakin memanas.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini terlihat menguat 4 poin (0,02%) ke level Rp 16.364 pada saat berita ini ditulis. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,12% ke level 98,11.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah bergerak di kisaran Rp16.300-Rp16.425 per dolar AS. Ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan The Fed, yang dinilai mengganggu independensi bank sentral, turut mendorong sikap risk-off investor.
“Meski sebagian menilai kondisi ini berpotensi memperbesar peluang pemangkasan suku bunga pada FOMC (Federal Open Market Committee) September 2025,” dikutip dari Antara, Kamis (28/8/2025).
Seiring dengan itu, terdapat risiko ketidakpastian perang dagang pasca AS memberlakukan tarif lebih tinggi terhadap India.
Secara resmi, Trump telah menggandakan tarif impor dari India hingga 50%. Kebijakan itu disebut menambah tarif sebesar 25% terhadap pembelian minyak Rusia oleh India di atas tarif 25% yang terlebih dahulu sudah dikenakan pada berbagai produk India.
Saat ini, total bea masuk atas produk seperti garmen, perhiasan, alas kaki, perlengkapan olahraga, furnitur, serta bahan kimia mencapai 50%, menjadi salah satu yang tertinggi yang diberlakukan AS, dan setara dengan Brasil.
Aksi Balasan India
Josua mengatakan India bakal melakukan aksi balasan dengan alasan kebijakan AS tak adil, sementara negara lain yang juga mengimpor minyak Rusia, termasuk Tiongkok, menghadapi tarif lebih ringan sebesar 30%.
“Namun, Trump memperingatkan bahwa negara-negara lain yang membeli minyak dari Rusia juga berpotensi menghadapi tarif yang lebih tinggi dalam waktu dekat,” kata Josua.
Pasar juga cenderung bersikap wait and see menunggu rilis data ekonomi AS pekan ini, terutama estimasi kedua Produk Domestik Bruto (PDB) dan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi acuan utama The Fed.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






