Jumat, 15 Mei 2026

OJK Imbau Investor Bijak di Tengah Dinamika Sosial Politik

Penulis : Rama Sukarta
1 Sep 2025 | 11:11 WIB
BAGIKAN
kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi
kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi

JAKARTA, investor.id – Kepala Eksekutif OJK Inarno Djajadi mengingatkan para investor agar bijak dalam mengambil keputusan investasi di pasar modal. Ia menekankan, keputusan sebaiknya berlandaskan data faktual, bukan rumor.

"Saya menghimbau kepada seluruh investor agar betul-betul bijak dalam berinvestasi, tidak berdasarkan rumor, tetapi berdasarkan fakta yang faktual," ujar Inarno usai konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9/2025).

Konferensi pers tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, sementara ketidakstabilan sosial politik yang terjadi sejak Kamis lalu hanya bersifat jangka pendek.

ADVERTISEMENT

Menurut Inarno, kehadiran Airlangga memberikan efek positif terhadap psikologis pasar. Apalagi pada Jumat (29/8/2025) sebelumnya, IHSG sempat melemah 1,5% dengan dana asing keluar mencapai Rp 1 triliun.

"Sangat luar biasa concern beliau, sinergi dan dukungannya kepada pasar modal agar perdagangannya teratur, wajar, dan efisien. Dan kita lihat ternyata memang berdampak yang cukup positif," ungkap Inarno.

Inarno menambahkan, OJK tetap optimistis terhadap prospek perekonomian nasional. "Tetap percaya diri bahwa kita akan maju ke depan," tegas Inarno.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan, dinamika sosial dan politik yang terjadi sejak akhir pekan lalu hanya akan berdampak sementara terhadap pasar. Ia memahami adanya kekhawatiran di tengah masyarakat maupun investor, terutama setelah aksi unjuk rasa berlangsung selama empat hari berturut-turut.

“Dengan fundamental ekonomi yang solid, pemerintah yakin dinamika sosial-politik yang terjadi hanya bersifat jangka pendek. Untuk jangka menengah dan panjang, kami terus mendorong optimisme,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9/2025).

Ekonomi RI Kuat

Airlangga memaparkan, ketahanan ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat. Pada kuartal II-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,12%. Indeks PMI Manufaktur juga kembali ke level ekspansi dengan capaian 51,5.

Menurut Airlangga, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan jelas agar pemerintah terus memperjuangkan kepentingan rakyat, termasuk kelompok kecil dan tertinggal, sekaligus menjaga persatuan nasional.

“Pertumbuhan ekonomi kita masih berada dalam jalur positif,” katanya.

Airlangga juga berpesan agar emiten dan investor pasar modal tetap bersinergi menjaga kondisi pasar yang kondusif. Ia menegaskan pemerintah memiliki kapasitas dan komitmen untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.

“Cadangan devisa per Juli masih relatif baik di angka US$ 152 miliar, aktivitas ekspor-impor terjaga, sistem perbankan nasional sehat, dan koordinasi fiskal, moneter, serta sektor riil berjalan selaras. Dengan fundamental yang kuat, volatilitas jangka pendek tidak akan mengganggu perencanaan ekonomi kita,” tegas Airlangga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia