Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 8 September 2025: Melesat

Penulis : Indah Handayani
8 Sep 2025 | 09:26 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (6/11/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc)
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (6/11/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melesat pada Senin (8/9/2025). Setelah data ketenagakerjaan AS memunculkan sinyal pelemahan ekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini melesat sebesar 43,5 poin (0,26%) ke level Rp 16.389 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,06% ke level 97,82.

Sedangkan pada perdagangan Kamis (4/9/2025), mata uang rupiah sempat turun lagi sebesar 9 poin (0,05%) ke level Rp 16.424,5.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Reuters, dolar AS tertekan data ketenagakerjaan AS memunculkan sinyal pelemahan ekonomi. Laporan nonfarm payrolls menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melemah tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran naik ke 4,3%, tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.

Situasi ini membuat investor meningkatkan spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed agresif. Menurut CME FedWatch, kini pasar memperhitungkan peluang 8% adanya pemangkasan 50 basis poin bulan ini, padahal sepekan lalu peluang tersebut nyaris nol.

Pada perdagangan Senin (8/9/2025) pagi, sterling melemah 0,11% ke US$1,3492 setelah sempat naik 0,5% di akhir pekan. Euro juga turun 0,11% ke US$1,1709, setelah menyentuh level tertinggi dalam sebulan pada Jumat. Indeks dolar stabil di level 97,87, setelah merosot lebih dari 0,5% akhir pekan lalu.

Suku Bunga The Fed

Ekonom Barclays mengatakan, dengan risiko pelemahan tenaga kerja yang semakin nyata, sehingga pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan September hampir pasti terjadi. “Kami tetap memperkirakan pemangkasan 25 basis poin, tetapi menambahkan proyeksi pemangkasan lagi 25 basis poin pada Oktober, dan satu kali lagi di Desember,” tulis ekonom Barclays.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Jumat menyerukan pengawasan ulang terhadap kewenangan The Fed, termasuk dalam menetapkan suku bunga. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintahan Trump untuk menekan bank sentral agar lebih agresif dalam memangkas bunga.

Presiden AS Donald Trump bahkan dikabarkan sedang mempertimbangkan tiga kandidat pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Trump sepanjang tahun ini kerap mengkritik Powell karena dianggap terlalu lambat menurunkan suku bunga.

Di pasar lain, dolar Australia naik tipis 0,05% ke US$ 0,6558, sementara dolar Selandia Baru turun 0,03% ke US$ 0,5891.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia