Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melesat Berkat Pelemahan Data Tenaga Kerja AS

Penulis : Indah Handayani
8 Sep 2025 | 11:17 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (2/1/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc/pri)
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (2/1/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc/pri)

JAKARTA, investor – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melesat pada Senin (8/9/2025). Penguatan itu ditopang pelemahan data tenaga kerja AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini terlihat menguat 68 poin (0,41%0 ke level Rp 16.364,5. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,1% menjadi 97,86. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup turun sebesar 9 poin (0,05%) ke level Rp 16.424,5 pada Kamis (4/9/2025).

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan nilai tukar rupiah dipengaruhi data tenaga kerja, yaitu Nonfarm Payroll (NFP) AS yang sangat melemah.

ADVERTISEMENT

"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah cukup tajam setelah data pekerjaan AS NFP yang kembali sangat mengecewakan," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (8/9/2025).

AS disebut hanya menambahkan 22 ribu pekerjaan di bulan Agustus 2025, jauh dibandingkan perkiraan yang sekitar 75 ribu. Selain itu, lanjutnya, pekerjaan di bulan Juni justru direvisi menjadi turun atau kehilangan 13 ribu pekerjaan dibandingkan penambahan 14 ribu.

Seiring sentimen dolar AS yang semakin memburuk karena serentetan data ekonomi yang lebih lemah dari sebelumnya, dan pernyataan dovish dari para pejabat The Fed, hampir dipastikan bank sentral AS akan memangkas suku bunga di bulan ini.

"Dari domestik, investor menantikan data cadev (cadangan devisa)," kata Lukman.

Pengangguran AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia