Siap-siap Rupiah Loyo Tersengat Sentimen Reshuffle
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) menguat terhadap dolar AS (USD) pada penutupan perdagangan Senin sore (8/9/2025), menjelang pengumuman reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto. Namun, Selasa (9/9), rupiah diprediksi melemah.
Adapun penguatan rupiah hari ini terjadi menyusul laporan terbaru ketenagakerjaan AS yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja yang signifikan dan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,3%.
Perkembangan tersebut memperkuat sentimen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan September 2025, dengan peluang tipis untuk penurunan yang lebih substansial sebesar 50 basis poin.
Rupiah ditutup menguat 123 poin pada penutupan Senin (8/9), setelah sebelumnya sempat menguat 130 poin ke level Rp 16.309 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.431.
Mengenai perdagangan Selasa (9/9), pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah fluktuatif, namun cenderung melemah di kisaran Rp 16.300.
"Untuk rupiah besok diperkirakan melemah ke kisaran Rp 16.300-16.350," ungkap Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/9/2025).
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan susunan atau reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025) sore. Reshuffle ini melibatkan lima posisi kementerian yang ada dan pembentukan satu kementerian baru.
Dalam keterangannya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah adanya pertimbangan, masukan, dan evaluasi berkelanjutan oleh Presiden Prabowo. Ia menuturkan, keputusan ini diharapkan dapat membawa kebaikan bagi bangsa, negara, dan masyarakat.
“Maka pada sore hari inidilakukan pelantikan di Istana Negara,” ungkap Prasetyo Hadi dalam konferensi pers.
Lima pos kementerian yang mengalami perubahan susunan menteri/wakil menteri adalah Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Selain itu, Presiden Prabowo juga telah menandatangani dokumen pembentukan Kementerian Haji dan Umrah sekaligus menandatangani Keputusan Presiden tentang Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri yang akan menjabat di Kementerian Haji dan Umrah. Langkah ini sejalan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Haji di DPR.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






