IHSG Bonyok, Pasar Masih Shock
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) tenggelam, jatuh sebesar 128,59 poin (1,66%) ke 7.638,25 pada penutupan sesi I, Selasa (9/9/2025). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini bonyok karena pelaku pasar tampaknya masih shock merespon pasca pengumuman reshuffle Kabinet Merah Putih.
Pilarmas merekomendasikan HRUM untuk perdagangan di sesi II.
Pilarmas menjelaskan, pasar masih merespon penggantian Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Pemerintah menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa. Hal ini menjadikan tekanan terhadap aset pasar keuangan dalam negeri meningkat menyusul pemecatan mendadak Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri keuangan kemarin.
“Sebuah langkah yang meresahkan pasar mengingat yang bersangkutan memiliki reputasinya dan kredibilitas global,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Selasa (9/9/2025).
Di sisi lain, Pilarmas menegaskan, pasar menantikan langkah Menteri Keuangan yang baru. Bagaimana arah kebijakan fiskal yang berkualitas agar kebijakan berjalan secara konsisten dan kualitas sinergi komunikasi dengan otoritas kebijakan moneter sehingga dapat mempertahankan kepercayaan pasar.
“Hal ini dilandasi kekhawatiran bahwa rencana pengeluaran populis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat mengikis kredibilitas fiskal,” tambah Pilarmas.
Suku Bunga The Fed
Sementara itu, Pilarmas mengatakan, indeks saham Asia bergerak mixed, seiring fokus pelaku pasar yang tertuju perhatian pada pemangkasan suku bunga The Fed pada pekan depan. Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang secara tak terduga lemah rilis akhir pekan kemarin mendorong pasar untuk memperhitungkan penurunan suku bunga tahun ini.
“Hal ini mendorong optimis pasar akan pemangkasan suku bunga The Fed untuk mendukung pertumbuhan ekonomi AS,” jelas Pilarmas.
Selanjutnya, tambah Pilarmas, pasar juga menantikan data Producer Price Index (PPI) dan inflasi AS yang akan rilis pekan ini dimana data tersebut memberikan panduan lebih lanjut tentang langkah The Fed selanjutnya.
Di sisi lain pasar juga kehati-hatian menjelang rilis inflasi dan producer price China bulan Agustus pada hari Rabu, dengan kekhawatiran deflasi yang bertahan setelah harga konsumen yang datar pada bulan Juli dan penurunan harga produsen berturut-turut.
Sementara itu, China mendesak ASEAN untuk menyelesaikan pakta perdagangan bebas yang ditingkatkan pada akhir tahun guna meningkatkan ekspor dan melawan tarif AS, yang menyoroti dorongannya untuk akses pasar yang lebih besar dan kerja sama multilateral.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar LION, UANG, NRCA, POLU, FITT. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar WOWS, MSKY, WIIM, MMIX, TMPO.
Pilarmas merekomendasikan saham HRUM untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan HRUM buy dengan support dan resistance di 1.020 – 1.225,” tutup Pilarmas.
[embed type=stock]HRUM[/embed
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






