Rupiah Ambles Buntut Pergantian Menkeu, Ekonom: Hanya Sementara
JAKARTA, investor.id - Ekonom memperkirakan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah setelah momen pergantian Menteri Keuangan hanya berlangsung sementara.
Seperti diketahui, Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin, 8 September 2025. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang sebelumnya menjabat di posisi tersebut.
Pelantikan Purbaya bersama sejumlah menteri dan wakil menteri lain dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (8/9/2025).
Dampak pelemahan Rupiah dan IHSG cuma temporer, sementara saja. Wajar pasar berspekulasi soal kebijakan baru Purbaya," ujar Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Menurut Bhima, hal ini terutama merespon komunikasi Purbaya yang dinilai kurang hati-hati sebagai Menteri Keuangan.
"Yang namanya pasar itu kan digerakkan oleh sentimen, dan Purbaya mungkin masih euforia jadi kurang paham teori sentimen pasar," ucap dia.
Pada Rabu (10/9) hari ini, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terlihat menguat 32 poin (0,19%) ke level Rp 16.449,5. Sedangkan indeks Dolar AS terlihat turun 0,02% menjadi 97,76.
Sebelumnya, pada hari Selasa (9/9) nilai tukar Rupiah ke dolar AS sempat ditutup menurun tajam sebesar 172 poin (1,05%) ke level Rp 16.481,5.
Tidak turun Tajam
Meski pelemahan Rupiah telah mendorong nilai mata uang itu mendekati level Rp 16.500, Bhima menyebut, belum ada risiko terjadinya penurunan tajam secara signifikan.
"Belum karena BI (Bank Indonesia) masih intervensi terus," terangnya.
Diwartakan sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa melemahnya IHSG dan Rupiah hanya akan berlangsung sementara. Dengan fundamental kuat, ia mengatakan sentimen akan positif, serta IHSG dan rupiah bakal kembali menguat.
"Pemerintah selalu optimistis," kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (9/9).
Situasi ini, Airlangga menyebut, mirip dengan peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kala itu, investor sempat menunjukkan respons negatif terhadap sentimen pasar.
"Ini mirip pada saat Danantara diluncurkan, kan turun sebentar kemudian naik lagi," papar Airlangga.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






