Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 15 September 2025

Penulis : Indah Handayani
15 Sep 2025 | 15:23 WIB
BAGIKAN
ilustrasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)
ilustrasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Senin (15/9/2025). Pelemahan itu karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat pada kuartal III-2025 imbas faktor belanja pemerintah yang masih rendah. 

Rupiah hari ini ditutup melemah sebesar 40,5 poin (0,25%) ke level Rp 16.415,5. Sedangkan indeks dolar terlihat naik tipis 0,02% menjadi 97,56. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat menguat 86 poin (0,53%) di level Rp 16.375 pada Jumat (12/9/2025).

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan melambat pada kuartal III-2025 imbas faktor belanja pemerintah yang masih rendah. Selain itu, kinerja perdagangan khususnya net ekspor diperkirakan melandai.

ADVERTISEMENT

"Apalagi, kinerja ekspor memuncak hanya sampai Agustus 2025 karena pengusaha melakukan front loading sebelum penerapan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump," ungkap Ibrahim, Senin (15/9/2025). 

Namun, lanjut dia, geliat perekonomian akan berbalik arah terjadi pada kuartal IV-2025, optimistis  bakal tumbuh sejalan dengan penyerapan insentif maupun stimulus yang digelontorkan pemerintah. 

Pada kuartal II-2025, pertumbuhan ekonomi melesat di atas ekspektasi hampir berbagai kalangan yakni hingga 5,12% yoy di tengah gelombang PHK dan lain-lain.  Sebelumnya, pemerintah telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 mencapai 5,2% yoy.

Selain itu, Ibrahim menambahkan, publik tak perlu takut apabila target pertumbuhan tidak tercapai, karena kebijakan fiskal masih bisa menopang percepatan pembangunan, lantaran sisa Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah masih cukup banyak. "Hal itu kendati senilai Rp200 triliun sudah dipindahkan dari Bank Indonesia (BI) ke lima himbara. Tujuannya untuk memacu kredit sektor riil," jelas Ibrahim.

Kemudian, pemerintah sudah menyiapkan paket stimulus, saat ini pemerintah telah menyusun beberapa paket insentif yang akan digelontorkan hingga akhir tahun. Namun, nilainya belum dipastikan. Beberapa program yang sedang disusun pemerintah untuk memacu perekonomian meliputi perluasan sektor sasaran insentif pajak penghasilan pasal 21 (PPh 21) ditanggung pemerintah (DTP).

Insentif pembebasan pajak itu saat ini hanya berlaku untuk buruh di sektor padat karya dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan.  

Tensi Geopolitik Memanas

Ibrahim menambahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS jjuga dipengaruhi oleh tensi geopolitik kembali memanas, setelah Ukraina meningkatkan serangannya terhadap infrastruktur minyak Rusia, termasuk terminal ekspor terbesarnya, Primorsk, dan kilang utama Kirishinefteorgsintez.

Serangan tersebut berpotensi menghentikan produksi minyak Rusia dalam jumlah besar, dan dapat memicu potensi gangguan pasokan, terutama untuk pasar utama Moskow, yaitu India dan China. 

Menurut Ibrahim, fokus juga tertuju pada upaya AS untuk meredakan perang Rusia-Ukraina, meskipun Moskow pada hari Jumat mengisyaratkan bahwa perundingan gencatan senjata dengan Ukraina telah terhenti. "AS pekan lalu terlihat mengupayakan tarif perdagangan yang lebih tinggi terhadap China dan India dari negara-negara G7, setelah Washington pada akhir Agustus mengenakan tarif 50% terhadap India atas pembelian minyak Rusia," papar Ibrahim. 

Sementara itu, Ibrahim menyebut, pembatasan yang lebih ketat dari negara-negara Barat terhadap pembelian minyak Rusia akan semakin membatasi pasokan global, dan tampaknya kemungkinan besar terjadi mengingat perang antara Moskow dan Kyiv belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Selain itu, Ibrahim mengatakan, Data terbaru AS telah memberi The Fed banyak alasan untuk melonggarkan kebijakan moneter. Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Agustus mengonfirmasi bahwa inflasi utama masih sedikit tinggi, tetapi narasi yang lebih luas menunjukkan ekonomi yang melambat.

Nonfarm Payrolls (NFP) hampir terhenti di bulan Agustus dan pertumbuhan lapangan kerja sebelumnya telah direvisi turun tajam, dan Klaim Pengangguran Awal minggu terakhir telah naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun. "Pada saat yang sama, tekanan harga di tingkat produsen telah turun," ucapnya. .

Secara keseluruhan, Ibrahim menilai, indikator-indikator ini telah menutupi kekhawatiran inflasi yang The Fed takutkan selama ini dan menggarisbawahi bahwa risiko penurunan lapangan kerja semakin meningkat, sehingga pemangkasan suku bunga The Fed 25 basis point minggu ini hampir pasti terjadi. 

"Sedangkan untuk perdagangan Selasa (16/9/2025), mata uang rupiah fluktuatif. Namun, rupiah ditutup menguat direntang Rp 16.370 - 16.420," tutup Ibrahim.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia