Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 15 September 2025
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Senin (15/9/2025). Pelemahan itu karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat pada kuartal III-2025 imbas faktor belanja pemerintah yang masih rendah.
Rupiah hari ini ditutup melemah sebesar 40,5 poin (0,25%) ke level Rp 16.415,5. Sedangkan indeks dolar terlihat naik tipis 0,02% menjadi 97,56. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat menguat 86 poin (0,53%) di level Rp 16.375 pada Jumat (12/9/2025).
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan melambat pada kuartal III-2025 imbas faktor belanja pemerintah yang masih rendah. Selain itu, kinerja perdagangan khususnya net ekspor diperkirakan melandai.
"Apalagi, kinerja ekspor memuncak hanya sampai Agustus 2025 karena pengusaha melakukan front loading sebelum penerapan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump," ungkap Ibrahim, Senin (15/9/2025).
Namun, lanjut dia, geliat perekonomian akan berbalik arah terjadi pada kuartal IV-2025, optimistis bakal tumbuh sejalan dengan penyerapan insentif maupun stimulus yang digelontorkan pemerintah.
Pada kuartal II-2025, pertumbuhan ekonomi melesat di atas ekspektasi hampir berbagai kalangan yakni hingga 5,12% yoy di tengah gelombang PHK dan lain-lain. Sebelumnya, pemerintah telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 mencapai 5,2% yoy.
Selain itu, Ibrahim menambahkan, publik tak perlu takut apabila target pertumbuhan tidak tercapai, karena kebijakan fiskal masih bisa menopang percepatan pembangunan, lantaran sisa Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah masih cukup banyak. "Hal itu kendati senilai Rp200 triliun sudah dipindahkan dari Bank Indonesia (BI) ke lima himbara. Tujuannya untuk memacu kredit sektor riil," jelas Ibrahim.
Kemudian, pemerintah sudah menyiapkan paket stimulus, saat ini pemerintah telah menyusun beberapa paket insentif yang akan digelontorkan hingga akhir tahun. Namun, nilainya belum dipastikan. Beberapa program yang sedang disusun pemerintah untuk memacu perekonomian meliputi perluasan sektor sasaran insentif pajak penghasilan pasal 21 (PPh 21) ditanggung pemerintah (DTP).
Insentif pembebasan pajak itu saat ini hanya berlaku untuk buruh di sektor padat karya dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan.
Tensi Geopolitik Memanas
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






