Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 15 September 2025

Penulis : Indah Handayani
15 Sep 2025 | 15:23 WIB
BAGIKAN
ilustrasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)
ilustrasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)

Ibrahim menambahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS jjuga dipengaruhi oleh tensi geopolitik kembali memanas, setelah Ukraina meningkatkan serangannya terhadap infrastruktur minyak Rusia, termasuk terminal ekspor terbesarnya, Primorsk, dan kilang utama Kirishinefteorgsintez.

Serangan tersebut berpotensi menghentikan produksi minyak Rusia dalam jumlah besar, dan dapat memicu potensi gangguan pasokan, terutama untuk pasar utama Moskow, yaitu India dan China. 

Menurut Ibrahim, fokus juga tertuju pada upaya AS untuk meredakan perang Rusia-Ukraina, meskipun Moskow pada hari Jumat mengisyaratkan bahwa perundingan gencatan senjata dengan Ukraina telah terhenti. "AS pekan lalu terlihat mengupayakan tarif perdagangan yang lebih tinggi terhadap China dan India dari negara-negara G7, setelah Washington pada akhir Agustus mengenakan tarif 50% terhadap India atas pembelian minyak Rusia," papar Ibrahim. 

Sementara itu, Ibrahim menyebut, pembatasan yang lebih ketat dari negara-negara Barat terhadap pembelian minyak Rusia akan semakin membatasi pasokan global, dan tampaknya kemungkinan besar terjadi mengingat perang antara Moskow dan Kyiv belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Ibrahim mengatakan, Data terbaru AS telah memberi The Fed banyak alasan untuk melonggarkan kebijakan moneter. Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Agustus mengonfirmasi bahwa inflasi utama masih sedikit tinggi, tetapi narasi yang lebih luas menunjukkan ekonomi yang melambat.

Nonfarm Payrolls (NFP) hampir terhenti di bulan Agustus dan pertumbuhan lapangan kerja sebelumnya telah direvisi turun tajam, dan Klaim Pengangguran Awal minggu terakhir telah naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun. "Pada saat yang sama, tekanan harga di tingkat produsen telah turun," ucapnya. .

Secara keseluruhan, Ibrahim menilai, indikator-indikator ini telah menutupi kekhawatiran inflasi yang The Fed takutkan selama ini dan menggarisbawahi bahwa risiko penurunan lapangan kerja semakin meningkat, sehingga pemangkasan suku bunga The Fed 25 basis point minggu ini hampir pasti terjadi. 

"Sedangkan untuk perdagangan Selasa (16/9/2025), mata uang rupiah fluktuatif. Namun, rupiah ditutup menguat direntang Rp 16.370 - 16.420," tutup Ibrahim.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia